Big Match Ac Milan Vs As Roma

Big Match Ac Milan Vs As Roma

693
33
SHARE

Rebutbola – Dalam laga Big Match kali ini, Rebutbola memilih pertandingan di benua Italia. Ya, dua tim penuh sejarah antara Ac Milan dan juga As Roma akan saling bangku hantam pada perhelatan giornata ke 35 Serie A. Pertandingan tersebut akan dilaksanakan pada 10 Mei 2015 di Stadion San Siro. Pertandingan kali ini diprediksi akan lebih dikuasai oleh kubu tamu, pasalnya dari lima pertandingan terakhir Roma dapat unggul dua kemenangan dan sisa pertandingan berakhir imbang.

Roma vs milanAc Milan yang menjadi tuan rumah kali ini dalam kondisi yang tidak baik. Memperroleh hasil buruk di beberapa pertandingan terakhir membuat anaka asuh Filipo Inzaghi terpaksa harus mengubur dalam – dalam untuk target masuk ke zona Eropa musim depan. Namun kali ini Milan akan dihadapi oleh ujian sekaligus kesempatan, pasalnya lawan kuat seperti Roma bisa menjadi batu loncatan skuad Rossoneri untuk dapat menumbuhkan mental setelah sebelumnya mereka selalu mendapat hasil minor.

Roma yang datang sebagai tamu memamng lebih diunggulkan. Menempati peringkat kedua di Serie A membuat skuad Serigala ibukota harus terus mempertahankan posisinya hingga akhir musim, karena jika dilihat para pesaingnya di peringkat dua dan tiga sedang dalam performa terbaiknya. FORMASI

key playerRebutbola – Dalam pertandingan Big Match antara Ac Milan dan juga As Roma, Rebutbola memilih tiga pemain dari masing-masing tim yang diprediksi akan menjadi kunci dalam pertandingan tersebut

 

Ac Milan :

Andrea Poli: Pemain Tengah milik Milan ini selalu dipercaya oleh Inzaghi untuk turun di setiap pertandingan. Kuat dalam bertahan dan mampu memberikan irama permainan tim, Poli di prediksi akan menyulitkan Roma untuk menembus lini tengah Rossoneri.

Matia Destro: Destro menjadi salah satu pemain kunci dalam tim Milan, meskipun hanya mencetak lima gol sejauh ini, Destro masih dapat berbahaya jika berhadapan dengan tim besar seperti Roma

Mexes: Pemain bertahan Rossoneri yang satu ini selalu menjadi penghambat striker lawan saat menyerang. Sering melakukan overlap, Mexes juga selalu dapat memancing emosi tim lawan. Dirinya diprediksi akan menyulitkan penyerang Roma untuk mencetakk gol.

 

As Roma:

Seydou Doumbia : Gelandang Roma yang sedang bersinar kali ini berpotensi untuk membuat Milan putus asa, betapa tidak dirinya yang baru bermain sebanyak sembilan kali sudah mencetak dua gol yang terhitung cukup produktif sebagai seorang gelandang.

Pjanic: Penyerang milik Roma ini selalu menjadi momok menakutkan bagi setiam tim lawan. Baru mencetak lima gol sejauh ini, Pjanic berpotensi untuk menambah koleksi golnya ketika bermain di San Siro.

Gervinho: Siapa tak kenal pemain lincah ini, ya gervinho yang selalu turun sebagai kreator serangan bagi Roma seakan menjadi pemain yang tak tergantikan bagi Serigala Ibukota.

[total-poll id=10090]

San Siro

Rebutbola – Stadion Giuseppe Meazza mulai dibangun oleh Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu, pada 1 Agustus 1925 dan selesai pada 15 September 1926 dengan nama Nuovo stadio Calcistico San Siro. Pembangunan tersebut menghabiskan dana sekitar 5 juta lira. Stadion ini dibuka secara resmi pada tanggal 19 September 1926 dengan pertandingan derby antara AC Milan melawan Inter Milan, yang dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 6 – 3.

Pada awalnya Stadion ini adalah Stadion kandang bagi AC Milan, hingga pada tahun 1935 AC Milan mengalami kebangkrutan dan harus menjual stadion tersebut pada Pemerintah kota Milan. Inter Milan kemudian menyewa Stadion ini dari Pemerintah kota Milan pada tahun 1947, sejak saat itu stadion ini digunakan sebagai kandang bagi Inter Milan dan AC Milan. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

Nama Giuseppe Meazza dipilih sebagai nama Stadion pada 3 Maret 1980 untuk menghormati pemain sepak bola legendaris yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, sekaligus mantan pemain Inter dan Milan. Suporter AC Milan lebih suka menggunakan nama “San Siro” untuk menyebut nama stadion ini, karena Giuseppe Meazza lebih identik sebagai ikon Inter Milan walaupun pernah bermain untuk AC Milan.

Pada tahun 1987 dalam persiapan untuk Piala Dunia pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut, namun akhirnya ongkosnya membengkak dua kali lipat.

33 COMMENTS