Pangeran Ali Ramalkan Malapetaka Sepak Bola Dunia

Pangeran Ali Ramalkan Malapetaka Sepak Bola Dunia

91
0
SHARE
Pangeran Ali
Pangeran Ali

Pangeran Ali bin Hussein Prediksikan Bencana Jika Dirinya Tak Menang Pemilihan

rebutbola – Pangeran Ali, 40 tahun, yakin bahwa hanya dirinya yang masih berdiri sebagai tonggak yang dapat mengembalikan seperti semula reputasi badan pemerintahan sepak bola setelah terjadinya skandal-skandal korupsi yang amat banyak.

Ia mengatakan bahwa pemilihan tanggal 26 Februari nanti adalah ‘kesempatan terakhir Fifa untuk kembali ke jalan yang benar’.

Jerome Champagne, Gianni Infantino, Sheikh Salman bin Ebrahim al-Khalifa dan Tokyo Sexwale turut berdiri bersama pangeran itu.

Pangeran Ali berhadapan dengan Sepp Blatter dalam pemilihan bulan Mei lalu namun undur diri akibat kalah poin dengan jumlah 73 dari poin blatter sejumlah 133 di ronde pertama pemilihan.

Blatter, presiden sejak tahun 1998, kemudian mengumumkan niatnya untuk berpamit diri dan semenjak itu telah dilarang (di ban) selama delapan tahun lamanya alhasil dari investigasi yang dilaksanakan komite etika Fifa.

“Akan menjadi sebuah malapetaka untuk sebuah organisasi jika hal-hal tidak dilakukan secara benar. Saya sempat berbicara dengan asosiasi-asosiasi nasional di penjuru dunia dan mereka saja sadar bahwa ini adalah momen yang sangat penting bagi masa depan organisasi ini.” papar pangeran Ali.

Ia menambahkan: “Kau harus menjadi presiden yang selalu turun tangan, dengan CEO yang tepat juga tentunya. Kau harus memiliki kepemimpinan yang layak dan menjadi seseorang yang mau bertanggung jawab. Itulah yang belum kami lihat belakangan ini.”

Pangeran Ali sangatlah tekun dalam pengamanan untuk mendukung asosiasi sepak bola Inggris dan negara-negara lainnya.

Pangeran Ali
Pangeran Ali

“Saya pikir itu gawat sekali,” imbuhnya. “Menurut saya, di masa lalu, terkadang ada perasaan bahwa apa yang Inggris ucapkan itu entah bagaimana mengintimidasi, atau paling tidak itu mungkin yang dicerminkan oleh orang-orang lain. Itu bukanlah kasusnya disini. Semua orang diseluruh penjuru dunia menghormati Inggris dan sepak bola Inggris terutama. Mereka ingin tahu bahwa Inggris peduli tentang masa depan Fifa dan ini sangatlah genting mengenai bagaimana Inggris akan bersikap di masa depan.”

rebutbola.com