Guardiola, Pelatih Cool Yang Bisa Meledak Kapan Saja

Guardiola, Pelatih Cool Yang Bisa Meledak Kapan Saja

75
0
SHARE
Guardiola Pelatih Cool Yang Bisa Meledak Kapan Saja
Joseph Guardiola

Tidak Ikuti Instruksi, Siap-Siap Di Semprot Guardiola

RebutbolaPep Guardiola pernah menukangi La Blaugrana dan berhasil memenangkan tiga gelar La Liga serta dua gelar Liga Champions selama masa empat tahun kejayaan dirinya bertugas di Camp Nou. dan telah memenangkan dua mahkota Bundesliga sejak menunjukan bakatnya kepada klub Jerman pada tahun 2013 silam.

Kini pria berusia 44 tahun tersebut akan meninggalkan Allianz Arena pada musim panas dan telah mengindikasikan bahwa Inggris adalah tujuan berikutnya. Manchester City adalah tim favorit untuk mengamankan tanda tangan pria ini, meskipun Manchester United, Chelsea dan Arsenal bahkan belum sepenuhnya keluar dari persaingan untuk memakai jasa Guardiola.

Guardiola Pelatih Cool Yang Bisa Meledak Kapan Saja
Joseph Guardiola dan Eric Abidal

Di mana pun ia akhirnya berlabuh nantinya, Abidal mengatakan Pep akan bekerja sepanjang waktu dan tidak akan keberatan untuk meluapkan kemarahannya jika hal-hal yang dirinya instruksikan tidak berjalan.

“Tentu saja aku pernah melihat dia marah. Itu sama dengan pelatih lainnya, Setelah pertandingan kandang pertamanya, melawan Racing Santander, ia mengadakan pertemuan di ruang ganti. Kita sudah kehilangan pertandingan tandang pertama, di Numancia, dan sekarang imbang di Camp Nou. Guardiola mengatakan: ‘Lihat, orang-orang, kita bekerja keras di pra-musim, tapi Anda harus percaya pada rencana saya jika Anda ingin memenangkan La Liga dan Liga Champions. ” ujar abidal dikutip dari FourFourtwo.

“Setelah itu, tim bermain seperti yang Guardiola inginkan. Pada awalnya, ia menghadapi ego dan resistensi terhadap perubahan. Para pemain ingin bermain seperti yang mereka inginkan, tapi setelah itu semuanya berubah. Kami memenangkan pertandingan kami di laga berikutnya kami melibas 6-1 saat menghadapi Gijon.

“Dari jam delapan pagi sampai delapan malam ia berada di pusat pelatihan. Dia datang dengan taktik baru. Ini adalah alasan besar ia begitu sukses selama menjabat sebagai pelatih. Dia memberi Barca ide yang berbeda dari sepak bola. Dia mengatakan: ‘Bermain bola, melewati lawan, lolos, lolos, sentuhan, sentuhan, sentuhan, maka dalam 30 yard terakhir, kita membuat perbedaan.’ “ tutup Abidal.

Rebutbola.com