Perang Antara Para Kandidat Presidensil FIFA

Perang Antara Para Kandidat Presidensil FIFA

85
0
SHARE
pangeran ali bin hussein
pangeran ali bin hussein

Para Kandidat FIFA Bermain Tuduh-Tuduhan

Rebutbola – Kandidat pemilihan presiden FIFA, Sheikh Salman bin Ebrahim al-Khalifa, telah mengabaikan penuh komplain dari saingannya mengenai pelaksanaan eleksinya yang dianggap “sepenuhnya tidak akurat” dan memberi peringatan Sabtu kemarin mengenai pertengkaran secara publik.

Pangeran Ali bin al-Hussein ternyata telah menuduh Sheikh Salman dari Bahrain tersebut sebagai seorang yang “berupaya terlalu mencolok untuk mengatur pemblokiran voting” dengan menandatangani pakta antara konfederasi sepak bola Asia yang ia pimpin dengan rekannya di Afrika. Jumat kemarin, presiden federasi Jordania tersebut, si Pangeran Ali, meminta para pengawas pemilihan FIFA untuk menginvestigasi jika ada peraturan eleksi yang dilanggar.

Dalam sebuah pernyataan Sabtu kemarin, berjudulkan “Sebuah pertengkaran yang tidak penting antara para kandidat FIFA,” Sheikh Salman bersikeras bahwa pakta Asia-Afrikanya waktu itu sedang dikerjakan berbulan-bulan sebelum ia akhirnya memutuskan untuk mencalonkan diri di eleksi 26 Februari nanti untuk menggantikan Sepp Blatter.

“Saya terkejut sekali atas komentar teman saja, yang seluruhnya saya abaikan dan memang sepenuhnya tidak akurat,” ujar Sheikh Salman.

Sang anggota kerajaan Bahraini tersebut yang menjelaskan tentang “nota kesepakatan” memulai ketika sang sekjen Asia dan badan pemerintahan Afrika bertemu Mei lalu. Ia mencatat bahwa AFC memiliki perjanjian kooperasi yang serupa dengan FIFA dan dua badan regional lainnya: EUFA dan Concacaf.

“Sebagai seorang presiden AFC, salah satu tugas saya adalah untuk mencari kesempatan pengembangan yang dapat dibagikan untuk seluruh AFC di seluruh dunia dan untuk membangun hubungan yang solid dengan para profesional sepak bola yang sepaham,” imbuh sang Sheikh.

Sheikh Salmab bin Ebrahim al-Khalifa
Sheikh Salmab bin Ebrahim al-Khalifa

Sheikh Salman dan Pangeran Ali kini berkompetisi melawan sekjen EUFA, Gianni Infantino, mantan ofisial FIFA, Jerome Champagne, serta pembisnis Afrika Selatan, Tokyo Sexwale dalam medan eleksi lima-orang.

Rebutbola.com