Van Gaal: “Dulu Saya Seperti Klopp”

Van Gaal: “Dulu Saya Seperti Klopp”

101
0
SHARE
Louis van Gaal
Louis van Gaal

Van Gaal Akui Dirinya Dulu Teramat Antusias Layaknya Klopp Sekarang

RebutbolaLouis van Gaal paham bahwa sudah waktunya untuk menenangkan dirinya di malam dimana ia menampilkan tendangan ala-ala kung-fu sewaktu laga final Liga Champions.

Lelaki berkebangsaan Belanda tersebut merasa bahwa tantangan Marcel Desailly untuk bomber Ajax-nya, Jari Litmanen, sangatlah besar sehingga ia merasa terdorong untuk melakukan impresi di luar garis lapangan yakni menjadi Jackie Chan.

Itu merupakan pemandangan yang luar biasa.

Van Gaal yang berjas serta ber-boots melompat di depan orang resmi yang keempat untuk mengilustrasikan ketidakpercayaan dirinya bahwa sang wasit asal Romania, Ion Craciunescu, telah gagal untuk menghadiahi sebuah penalti.

Namun Van Gaal paham bahwa dirinya hanyalah membuang-buang energi.

Itulah mengapa ia telah sekali lagi berduduk di bangku Manchester United sembari mencatat-catat dan akan terus seperti itu sementara sang manajer Liverpool, Jurgen Klopp, terus mengisi galeri dengan kumpulan-kumpulan aksi di garis lapangannya yang historis.

Louis van Gaal
Louis van Gaal

“Saya melakukan tendangan karate,” ucap Van Gaal, sambil menertawakan ingatan tersebut.

“Itu adalah pada saat laga final Liga Champions di tahun 1995 sewaktu Ajax melawan AC Milan, dan saya melakukan tendangan terbang.

“Kami menang 1-0 namun seharusnya kami dapat penalti akibat dari tekel tinggi oleh Litmanen.

“Waktu itu saya marah, jadi saya lakukan saja tendangan karate di garis lapangan – sekitar 30 cm persis di depan muka si orang resmi pertandingan itu. Saya ingin pamerkan kepada dia apa yang terjadi kepada Litmanen.

“Seharusnya ada penalti namun si wasit tidak meniup peluit dan di momen itu saya sadar bahwa seorang manajer tidak akan pernah mampu mempengaruhi wasit dengan apa yang manajer itu lakukan di sisi lapangan.

“Saya sadar bahwa kau harus mengendalikan hasratmu. Saya tahu banyak fans menyukai saat-saat dimana manajernya sedang marah dan saat melawan Newcastle kemarin-kemarin, saya murka ketika Jesse Lingard kelewatan kesempatan untuk mencetak skor.

“Saya memang sudah sedikit lebih tua sekarang namun saya masih bertemu dengan sang wasit di tahun 1995 itu. Dia sekarang seorang pengendali wasit EUFA – dan ia selalu mengingatkan saya apa yang terjadi pada malam itu.

“Ketika saya memulai karir saya, saya seperti Klopp. Terkadang saya masih datang ke garis samping lapangan karena saya ingin mengubah para pemain atau saya mencoba berkomunikasi dengan mereka namun saya tidak berdiri disana selama 90 menit penuh karena saya tidak setuju dengan itu.

Jurgen Klopp
Jurgen Klopp

“Saya pikir para wasit di Inggris dipengaruhi oleh apa yang dilakukan manajernya.

“Menurut saya juga itu tidaklah aneh untuk meninggalkan klub. Di dunia ini, kau bisa saja meninggalkan klub dan itu tidak aneh.

Dortmund bermain secara agresif dan sangat nge-press – seperti sekarang yang Klopp tunjukkan di Liverpool. Waktu itu, tim Jerman tidak terbiasa bermain dengan gaya seperti itu.”

Rebutbola.com