Kapten Watford: ‘Masuk Penjara Adalah Pengalaman Terbaikku’

Kapten Watford: ‘Masuk Penjara Adalah Pengalaman Terbaikku’

129
0
SHARE
Troy Deeney
Troy Deeney

Troy Deeney Mengklaim Bahwa Pengalaman Terbaik Dalam Hidupnya Adalah Ketika Masuk Ke Penjara

rebutbola – Kapten Watford yang bernama Troy Deeney diketahui telah mengakui bahwa dijebloskan ke penjara adalah hal terbaik yang pernah ia alami dalam hidupnya.

Setelah mengetahui bahwa ayahnya didiagnosa penyakit kanker di bulan Februari tahun 2012 silam, bomber the Hornets tersebut pergi keluar pada malam hari di keesokan harinya dan malah terlibat dalam sebuah perkelahian selagi terpengaruh alkohol.

Ia diberatkan hukuman yakni harus berada di penjara selama 10 bulan lamanya namun ia hanya menjalankan dua bulan saja setelah ia dianggap tobat dan berhasil menunjukkan rasa penyesalan.

Sejak pelepasannya September 2012 silam, karir Deeney telah melonjak setiap musimnya.

Dalam tiga musim sebelum musim yang sekarang, total gol yang berhasil ia bukukan adalah sebanyak: 20 gol dari musim 2012-13, 25 gol dari musim 2013-4, serta 21 gol saja dari musim 2014-15.

Sebelum ia berada di balik jeruji besi, gol terbanyak yang berhasil ia cetak dalam satu perjalanan musim adalah sebanyak 14 gol saja untuk tim League One yakni Walsall di musim 2009-10.

Dan pemain berusia 27 tahun itu pun, yang telah mencetak gol sebanyak enam kali di Premier League musim ini, memandang bahwa masa-masanya dibalik jeruji besi adalah sebuah titik balik di kehidupannya.

“Itu adalah hal terbaik yang pernah saya alami karena saya dulu adalah seorang laki-laki sampah,” ujar Denney.

“Saya bukan salah satu pemain yang ‘harus langsung makan detik ini juga’. Namun jika saya ingin KFC, saya akan makan KFC tapi itu masih bisa saya tunda dulu. Dan sebagai pesepakbola, kau punya banyak rutinitas. Setiap enam minggu sekali saya keluar dan mungkin di hari Minggu, saya menghabiskan 20 Poundsterling di bar untuk memesan beberapa minuman dan kemudian berjalan kaki ke rumah.”

Troy Deeney
Troy Deeney

Ia sebetulnya ingin mengubah namanya menjadi sebuah merk seperti David Beckham namun karena ia sadar diri akan penampilannya yang tak layak jadi model seperti eks kapten Inggris itu, ia secara sederhana ingin menjadi sebuah ‘harapan kehidupan’ untuk keluarganya.

rebutbola.com