Makam Villa Park: 27 Pelatih Yang Terkena Kutukan Aston Villa

Makam Villa Park: 27 Pelatih Yang Terkena Kutukan Aston Villa

126
0
SHARE
Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Villa Park

Semua Perjalanan Manajer Dalam Sejarah Villa Direkap Secara Lengkap

rebutbola – Selamat datang di makam manajerial bernama Villa Park.

Terkecuali Jimmy Hogan, Joe Mercer, Tommy Docherty, dan Graham Taylor (sebelum majalah-majalah mengubahnya imejnya menjadi sebuah sayuran), para manajer Aston Villa di masa lalu jarang sekali dapat meningkatkan kualitas pekerjaan dan hidup mereka ke yang lebih baik setelah mereka meninggalkan pos mereka di tempat tersebut (Villa Park disebut juga B6).

Sebagian dari itu adalah karena reputasi klub tersebut yang membuat mereka sukar untuk berpindah ke posisi yang lebih tinggi lagi setelah meninggalkan Villa dan sebagian dari itu, baru-baru ini juga, adalah faktanya bahwa tempat tersebut menghisap kehidupan dari para manajernya.

Persis setahun sejak Paul Lambert dipecat, ia kini sedang berupaya untuk membangun ulan gkarirnya dengan Blackburn Rovers di Championsip selagi semua mata akan tertuju pada skuat asuhan eks manajer Villa lain yakni Martin O-Neill yang kini sedang menahkodai timnas Irlandia menuju European Championship di musim panas ini.

Namun dengan hanya dua dari tujuh bos Villa yang masih tersisa dengan posisi manajer full-time dan manajer yang sekarang, Remi Garde, kini tengah mempertimbangkan posisinya untuk akhir musim, kami akan merekap jatuh bangun dari para tetua Aston Villa secara lengkap:

George Ramsay (Agustus 1884 – Mei 1926)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
George Ramsay

Ketika di Villa

Eks manajer berkebangsaan Skotlandia tersebut menahkodai timnya untuk meraih enam gelar liga yang menakjubkan dan juga enam FA Cup di antara tahun 1893 dan 1921. Meski waktu itu tidak ada yang namanya jabatan manajer resmi, Ramsay merupakan ketua dari perannya sebagai sekretaris.

Setelah di Villa

Ia menyingkir dari posisi sebelumnya untuk menjadi wakil ketua di klub tersebut.

W.J Smith (Agustus 1926 – Mei 1934)

Ketika di Villa

Juga berperan sebagai sekretaris. Villa meraih runner-up dua kali di liga ketika masa asuhan Smith.

Setelah di Villa

Berlanjut terus hingga akhirnya Villa secara resmi mengangat manajer pertamanya setelah masa kejayaan Smith.

Jimmy McMullan (Juni 1934 – Oktober 1935)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Jimmy McMullan

Ketika di Villa

Manajer resmi pertama klub tersebut yang berjuang untuk menghasilkan dampak yang diinginkan dan Villa malah terpaksa didegradasi setelah 61 tahun berjuang di papan atas.

Setelah di Villa

Lanjut untuk menjadi manajer Notts County dan Sheffield Wednesday.

Jimmy Hogan (Agustus 1936 – September 1939)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Jimmy Hogan (kanan)

Ketika di Villa

Menikmati banyak kebahagiaan dan membawa kesuksesan kepada Villa. Hogan membimbing Villa untuk kembali bangkit dan naik ke papan atas dan juga membawa mereka ke tahap semi-final di FA Cup. Ia dipecat ketika berada di rumah sakit karena penyakit radang usus buntu yang ia alami setelah tragedi Perang Dunia II.

Setelah di Villa

Mempromosikan sebuah brand yakni sepak bola yang menyenangkan yang pada akhirnya menginspirasi pemain asal Hungaria, ‘Magical Magyars’, dan pemain papan atas seperti Tommy Doherty dan Ron Atkinson. Ia juga melatih di Jerman, Perancis, Swiss, Austria, dan juga Belanda.

Alex Massie (September 1945 – Juli 1949)

Ketika di Villa

Pria berkebangsaan Skotlandia ini mengasuh Villa hingga mereka bisa menduduki posisi 10 teratas setelah mengambil alih klub tersebut sebagai manajer di klub yang juga mengasuhnya ketika ia masih seorang pesepakbola dan tampil sebanyak 141 kali.

Setelah di Villa

Menjadi manajer di Torquay United dan Hereford United namun tidak pernah sukses sedikitpun.

George Martin (Desember 1950 – Agustus 1953)

Ketika di Villa

Tidak memberikan dampak apapun yang besar dan berpengaruh dan berlanjut ke klub lain setelah tiga tahun menjadi bos Villa.

Setelah di Villa

Hengkang ke Luton untuk masa jabatan yang sangat singkat.

Eric Houghton (September 1953 – November 1958)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Eric Houghton

Ketika di Villa

Mengayomi klub tersayangnya sehingga sukses meraih kemenangan di FA Cup di tahun 1957 setelah periode perjuangan yang sangat lama dalam liga tersebut.

Setelah di Villa

Bergabung dengan Nottingham Forest sebagai ketua pencari bakat dan menjadi bos di klub non-liga yakni Rugby Town di awal tahun 1960 sebelum akhirnya mengasuh skuat Walsall di beberapa posisi yang berbeda-beda termasuk sebagai direktur. Houghton kemudian duduk di kursi dewan setelah berkontribusi selama tujuh tahun di Villa Park.

Joe Mercer (Desember 1958 – Juli 1964)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Joe Mercer

Ketika di Villa

Membentuk ulang timnya dengan para pemain muda bertalenta juga ‘Mercer Minors’ berhasil menjuarai League Cup perdana di tahun 1961. Villa kemudian sempat didegradasi dua kali ke divisi kedua.

Setelah di Villa

Menikmati segalanya yang masih bisa dinikmati pasca kesuksesan Villa. Memenangkan divisi pertama, FA Cup, League Cup, dan juga European Cup Winners’ Cup dengan Manchester City sebelum akhirnya ia mengasuh timnas Inggris sebagai manajer pemelihara.

Dick Taylor (Juli 1964 – Mei 1967)

Ketika di Villa

Awalnya mempertahankan Villa di papan atas namun setelah berinvestasi secara besar-besaran di skuat utama tersebut, klub itu lagi-lagi didegradasi ke divisi kedua dan Taylor langsung dipecat.

Setelah di Villa

Membuka sebuah toko olah raga dekat Villa Park.

Tommy Cummings (Juli 1967 – November 1968)

Ketika di Villa

Cummings juga disalahkan atas permulaan klub itu yang penuh keburukan dalam musim-musimnya – 9 kekalahan, 7 seri, dan 2 kemenangan yang mana akhirnya klub itu menduduki posisi paling bawah di divisi kedua. Para fans beraksi protes besar-besaran dan tak sebentar.

Setelah di Villa

Kembali ke Burnley dan mengikuti perdagangan pub sebelum akhirnya pensiun total.

Tommy Docherty (Desember 1968 – Januari 1970)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Tommy Docherty

Ketika di Villa

Masa asuhannya diberhentikan di bulan ke-13 dengan Villa karena tetap menduduki posisi paling bawah di klasemen divisi kedua.

Setelah di Villa

Memenangkan gelar divisi kedua dengan Manchester United dan mengayomi para setan merah ke posisi ketiga di papan atas. Kemudian ia memenangkan FA Cup dengan United.

Vic Crowe (Januari 1970 – Mei 1974)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Vic Crowe

Ketika di Villa

Pria berkebangsaan Wales ini, yang memenangkan League Cup tahun 1981 dengan Villa, mengasuh klub tersebut ketika klub itu anjlok lebih parah lagi ke divisi ketiga. Crowe hampir memenangkan League Cup sebagai seorang manajer melawan segala tantangan yang ada ketika Villa, yang masih di divisi ketiga, dikalahkan Tottenham di pertandingan final mereka. Ia akhirnya membawa mereka balik ke divisi kedua dan dipecat dari klub itu karena pencapaian yang rendah.

Setelah di Villa

Pindah ke Amerika Serikat dan menahkodai Portland Timbers dalam dua masa jabatan yang berbeda.

Ron Saunders (Juni 1974 – Februari 1982)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Ron Saunders

Ketika di Villa

Pria yang disebut sebagai iron man itu mencetuskan pondasi yang paling sukses ketika waktu itu dalam sejarah Villa. Ia membimbing Villa yang berhasil menjuarai gelar divisi kedua dan juga di League Cup dalam musim pertamanya, kemudian ia menambahkan kemenangan lain karena pencapaiannya yang tinggi. Di tahun 1971, Saunders membantu klub itu untuk memenangkan gelar divisi pertama. Ia kemudian mengundurkan diri di musim setelahnya ketika Villa melakoni quarter-final European Cup.

Setelah di Villa

Menjadi bos di Birmingham City dan Albion.

Tony Barton (April 1982 – Juni 1984)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Tony Barton

Ketika di Villa

Mengasuh Villa hingga ke hari terhebat mereka ketika mereka memenangkan gelar European Cup di tahun 1982. Ia dipromosikan oleh Villa ketika Ron Saunders mengundurkan diri 4 bulan sebelum akhir kejayaan mereka terutama setelah membantai Bayern Munich. Ia kemudian dipecat dua tahun kemudian.

Setelah di Villa

Menahkodai Northampton namun hengkang setelah serangan jantung. Ia meninggal di tahun 1993.

Graham Turner (Juli 1984 – September 1986)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Graham Turner

Ketika di Villa

Berjuang di masa jabatan 2 tahunnya selagi Villa bertempur dengan pesaing-pesaingnya untuk menjauhi degradasi dari divisi pertama.

Setelah di Villa

Mengasuh Wolves untuk mengangkat klub tersebut dengan sukses dari divisi keempat dengan bantuan pahlawan bomber mereka yakni Steve Bull.

Billy McNeill (September 1986 – Mei 1987)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Billy McNeill

Ketika di Villa

Menjadi satu dari beberapa manajer yang membuat kedua klubnya terdegradasi persis dalam satu musim saja setelah hengkang dari Manchester City ke Villa yang menderita penurunan lagi ke divisi kedua untuk terakhir kalinya dalam sejarah mereka.

Setelah di Villa

Kembali ke Celtic dan memenangkan lebih banyak tropi lainnya.

Graham Taylor (Mei 1987 – Juli 1990)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Graham Taylor
Graham Taylor
Graham Taylor

Ketika di Villa

Kedatangannya mentransformasi keberuntungan Villa. Ia mewarisi kekacauan dari degradasi di tahun 1987 itu namun berhasil membawa kembali klub tersebut ke papan atas dalam sekali usaha saja dan menahan mereka di divisi tersebut dalam tahun keduanya. Klub tersebut lalu menjuarai runner-up dalam tahun ketiganya dan di akhir musim.

Setelah di Villa

Kebangkitan Villa ketika diasuh Taylor memberikan penghargaan kepadanya yakni manajer timnas Inggris, namun tak lama kemudian semuanya menjadi sebuah kesalahan dan menjadi kekacauan karena dirinya diejek sebagai sayuran berakar di sebuah koran bernama The Sun. Ia memulai kembali karirnya untuk menjadi manajer di Wolves, Watford, dan kemudian bermasa jabatan tanpa kesuksesan lagi di Villa di antara tahun 2002-2003.

Jozef Venglos (Juli 1990 – Mei 1991)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Jozef Venglos

Ketika di Villa

Sampai di klub tersebut ketika ia sudah sukses menjadi manajer dari timnas Cekoslovakia dan menjadi manajer pertama dari luar Inggris maupun Irlandia untuk menahkodai tim papan atas. Masa jabatannya di Villa merupakan sebuah bencana meski Villa mencoba menjauhi degradasi dan Venglos hengkang semusim setelah berjabat.

Setelah di Villa

Menahkodai Fenerbahce, timnas Slovakia, timnas Oman, dan juga Celtic.

Ron Atkinson (Juni 1991 – November 1994)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Ron Atkinson

Ketika di Villa

Hampir memenangkan gelar dalam sebuah liga baru pada masa itu yakni Premier League. Ia sempat menghadiahi timnya dengan perangkat emas atas kemenangan mereka ke Villa Park dari League Cup di tahun 1994.

Setelah di Villa

Gagal untuk mememenangkan piala lainnya di Coventry, Sheffield Wednesday, dan Nottingham Forest.

Brian Little (November 1994 – Februari 1998)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Brian Little

Ketika di Villa

Membangun skuat yang hebat dan memenangkan League Cup di tahun 1996.

Setelah di Villa

Gagal untuk mengamankan jabatan manajerial lain di klub papan atas.

John Gregory (Februari 1998 – Januari 2002)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
John Gregory

Ketika di Villa

Membantu Villa untuk melewati laga-laga di UEFA Cup dalam musim pertamanya. Ia sempat mengasuh Villa hingga mereka mampu berada di atas klasemen dalam jangka waktu yang singkat dalam musim keduanya namun setelah itu ia menyaksikan timnya perlahan layu dan kalah dalam laga final FA Cup melawan Chelsea di tahun 2000.

Setelah di Villa

Seperti Little, ia berjuang untuk mendapatkan pekerjaan lain di klub sebesar Villa. Ia menahkodai Derby dan QPR dalam masa jabatan yang begitu singkat sebelum akhirnya pindah ke luar negeri.

Graham Taylor (Kedua kalinya. Februari 2002 – Mei 2003)

Lihat di atas.

David O’Leary (Mei 2003 – Juli 2006)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
David O’Leary

Ketika di Villa

Villa mengambang saja di sekitar bawah klasemen dan kemudian berakhir di posisi keenam dalam masa jabatan pertama O’Leary.

Setelah di Villa

Menjadi bos di Al Ahli dan telah keluar dari segala yang berbau manajerial semenjak itu.

Martin O’Neill (Agustus 2006 – Agustus 2010)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Martin O’Neill

Ketika di Villa

Membimbing Villa untuk pada akhirnya tiga kali menduduki posisi sekitar enam teratas dan hampir membawakan kemenangan untuk Villa di Champions League dengan sokongan dana yang sangat besar oleh pemilik Villa yakni Randy Lerner. Ia hengkang kemudian ketika uangnya menipis.

Setelah di Villa

Berjuang untuk membuat dampak yang besar di Sunderland namun kini membimbing timnas Irlandia ke kejuaraan European Championship musim panas ini.

Gerard Houllier (September 2010 – Juni 2011)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Gerard Houllier

Ketika di Villa

Sempat digoda oleh degradasi namun berhasil menandatangani Darren Bent yang kemudian sangat menjadi faktor pembantu Villa untuk mengakhiri kejuaraannya dengan penyelesaian yang nyaman. Ia kemudian hengkang karena menderita gangguan kesehatan.

Setelah di Villa

Secara besar-besaran telah bekerja di media setelah ia diberitahu untuk menjadi orang yang lebih santai terhadap segalanya.

Alex McLeish (Juni 2011 – Mei 2012)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Alex McLeish

Ketika di Villa

Terpaksa membantu Villa berjuang setelah dana mereka dipotong dan para pemain-pemain berdarah muda terpaksa diberhentikan karena perpindahan manajer ini dari Birmingham City. Para fans berprotes bahkan sebelum pria ini menahkodai satu pertandingan pun dan McLeish baru-baru ini mengakui: “Saya akan memenangkan treble hanya demi diterima oleh fans-fans tertentu.”

Setelah di Villa

Kini tanpa pekerjaan setelah masa jabatan yang singkat di Nottingham Forest dan setahun di Genk.

Paul Lambert (Juni 2012 – Februari 2015)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Paul Lambert

Ketika di Villa

Menjanjikan sepak bola yang menyenangkan namun tak lama langsung sadar bertapa sulitnya mengatur dan mengasuh sebuah klub dari hal-hal terkecilnya. Ia kalah dalam laga semi-final League Cup selama dua leg dan juga ke tim Bradford yang berseragam League Two namun menjaga Villa untuk bertahan di Premier League menghadapi segala tantangan selama dua musim penuh.

Setelah di Villa

Kini memulai sebuah proyek baru dengan Blackburn Rovers.

Tim Sherwood (Februari 2015 – Oktober 2015)

Aston Villa: Bagaimana Villa Park Menjadi Kuburan Manajerial
Tim Sherwood

Ketika di Villa

Diangkat untuk mengurus 13 pertandingan yang tersisa di musim 2014/15 dan menjalani masa singkatnya dengan baik dengan menjaga Villa di klasemen Liga Premier. Ia juga memimpin klub tersebut hingga klubnya mampu mencapai laga final FA Cup namun hanya mencatat satu kemenangan saja dalam sepuluh laga di 2015/16. Ia akhirnya dipecat karena itu.

Setelah di Villa

Sedang menjelajah untuk mencari tantangan-tantangan baru dalam manajerial sepak bola.

 

rebutbola.com