Bos Leverkusen: ‘Saya Menyakiti Tim Saya Dan Saya Meminta Maaf’

Bos Leverkusen: ‘Saya Menyakiti Tim Saya Dan Saya Meminta Maaf’

114
0
SHARE
Bos Leverkusen: ‘Saya Menyakiti Tim Saya Dan Saya Meminta Maaf’
Roger Schmidt

Manajer Leverkusen Mengakui Dirinya Hanya Menuntut Keadilan Dari Sang Wasit Yang Menyita Waktu Pertandingan

rebutbola – Pelatih Bayer Leverkusen, Roger Schmidt, akhirnya meminta maaf atas penolakannya terhadap keputusan wasit untuk meninggalkan samping lapangan setelah diinstruksikan untuk mengarah ke tribun di laga kekalahan timnya Minggu kemarin oleh Borussia Dortmund dalam laga Bundesliga.

Peristiwa tersebut terjadi langsung setelah Pierre Emerick-Aubameyang mencetak skor kemenangan untuk tim tandang di menit ke-64 dan sempat menyita waktu pertandingan selama sekitar 10 menit lamanya.

Schmidt mengakui bahwa tendangan bebas yang diberikan kepada Dortmund seharusnya diberikan untuk Leverkusen.

Protesnya itu memancing amarah dari sang wasit, Felix Zwayer, yang pada awalnya sudah mengisyaratkan sang pelatih berusia 48 tahun itu untuk mengarah ke tribun saja dan terus menerus menginstruksikan kapten Leverkusen yakni Stefan Kiessling untuk memaksa pelatihnya pindah menjauh dari samping lapangan.

Schmidt memaparkan: “Saya tidak suka isyarat-isyarat. Saya ingin tahu mengapa dia memaksa saya untuk enyah dari samping lapangan dan meski saya mencoba untuk mendiskusikan itu dengannya, itu tidak terjadi. Padahal, saya ingin mendengar alasannya.

Bos Leverkusen: ‘Saya Menyakiti Tim Saya Dan Saya Meminta Maaf’
Felix Zwayer dan Rekan Wasit Lainnya

“Mungkin saya agak sedikit keras kepala waktu itu, jadi saya telah menyakiti tim saya. Saya minta maaf. Saya merupakan panutan dan saya belum mampu menjadi panutan yang baik. Namun terkadang, mudah sekali untuk bereaksi dalam situasi yang riuh dan emosional sekali.

“Tim saya kalah karena sebuah gol yang tidak biasa. Wasit yang lain saja mengaku bahwa tendangan itu dieksekusikan 1000 persen tidak biasa.

“Dia (Zwayer) juga tidak memberikan penalti 1000 persen dan saya hanya menuntut sebuah keadilan untuk tim saya.”

rebutbola.com