Unjuk Eksistensi, PSSI Usung Tema ‘We Are PSSI’ di HUT ke-86

Unjuk Eksistensi, PSSI Usung Tema ‘We Are PSSI’ di HUT ke-86

111
0
SHARE
Kompetisi Resmi Akan di Gelar, Operator Manakah yang Akan di Pilih?
Kompetisi Resmi Akan di Gelar, Operator Manakah yang Akan di Pilih?

PSSI Usung Tema ‘We Are PSSI’ di HUT ke-86

rebutbola – Dalam situasi tidak normal karena sanksi dari FIFA dan SK Pembekuan dari Kemenpora sejak setahun lalu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-86 yang jatuh hari selasa, 19 April 2016. PSSI menggelar acara di Stadion gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang dihadiri para mantan ketua umum PSSI, dewan kehormatan, stakeholder sepakbola terkait, dan seluruh anggota PSSI yang terdiri dari 782 anggota.

PSSI mengusung tema ‘We Are PSSI’ yang bermakna ingin memperjelas eksistensi organsisasi olahraga tertua yang melebihi usia Republik Indonesia itu. “PSSI terus berupaya menunjukkan eksistensi. Tema ulang tahun adalah ‘We Are PSSI’, jadi jangan sampai di publik itu terkesan PSSI hanya ada di kantor PSSI saja,” jelas Sekjen PSSI Azwan Karim di Jakarta, seperti dilansir laman resmi (pssi.org).

Unjuk Eksistensi, PSSI Usung Tema 'We Are PSSI' di HUT ke-86
logo pssi

Unjuk Eksistensi, PSSI Usung Tema ‘We Are PSSI’ di HUT ke-86

“PSSI itu terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dan di bawahnya itu adalah anggota PSSI. Kami ingin seluruh anggota ada PSSI di dada mereka,” imbuh Azwan.

Azwan berharap pembekuan dari Kemenpora segera dicabut, walau sejatinya itu sudah otomatis dicabut karena keputusan kasasi MA yang memenangkan PSSI. “Bila SK Pembekuan PSSI dicabut oleh Kemenpora otomatis juga sanksi dari FIFA juga akan dicabut. Dan selanjutnya sepak bola berjalan normal lagi,” tutupnya.

Sebelum menggelar HUT hari ini, PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (18/4/2016). Anggota Exco PSSI Gusti Randa menjelaskan hasil rapat tersebut, bahwa para pemilik suara yang terdiri dari klub-klub dan Asprov PSSI tidak sepakat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB).

KLB, kata Gusti Randa, tak bisa sesederhana itu dilaksanakan, hanya dengan seruan para klub anggota PSSI tanpa memenuhi syarat dari statuta PSSI. “Untuk mencapai KLB harus memenuhi apa yang dikatakan oleh regulasi aturan mainnya. Ada indikatornya, berapa anggota, kapan dan disampaikan kepada siapa,” papar Gusti.

Gusti Randa yang mengikuti pertemuan bersama Presiden Jokowi di istana bersama klub dan Asprov menambahkan KLB sengaja diembuskan agar PSSI retak dan ada yang cari keuntungan dari situasi tersebut. “Kalau pun ada langkah-langkah KLB, tidak semudah itu lewat teriakan di istana,” tambahnya.

Rebutbola.com