Bertemu FIFA, Erick Tohir Tak Akan Singgung Masalah La Nyalla

Bertemu FIFA, Erick Tohir Tak Akan Singgung Masalah La Nyalla

73
0
SHARE
Bertemu FIFA, Erick Tohir Tak Akan Singgung Masalah La Nyalla
erick tohir

Kemenpora Menjamin Erick Tohir Tak Singgung Kasus La Nyalla

rebutbola – Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir, dipastikan bakal menjadi perwakilan pemerintah Indonesia untuk menemui FIFA di Zurich, Swiss, 25 April 2016. Artinya, apa yang akan dibicarakan Erick nanti di FIFA adalah keinginan yang ingin disampaikan pemerintah Indonesia agar terciptanya perbaikan di sepakbola nasional.

Pihak Kemenpora pun menjamin presiden klub FC Internazionale itu tak akan lagi membahas konflik masa lalu. “Pesan yang ingin disampaikan pemerintah adalah tentang bagaimana sih reformasi ke depan yang lebih baik,” kata Gatot S Dewa Broto, deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora kepada wartawan, Kamis (21/4).

Bertemu FIFA, Erick Tohir Tak Akan Singgung Masalah La Nyalla
erik tohir

“Tapi yang jelas, kami jamin tidak ada cerita konflik masa lalu, bahkan masalah La Nyalla pun tak akan disinggung,” tegasnya.

Seperti diketahui, saat ini ketua umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, memang sedang tersandung kasus hukum. Dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Di sisi lain, Gatot juga menanggapi secara diplomatis keinginan ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, yang meminta jaminan tertulis dari pemerintah Indonesia, sebelum bertolak ke FIFA. Agum memang juga diminta oleh FIFA untuk mewakili PSSI agar ikut hadir dalam pertemuan dengan pihak pemerintah.

Namun, jika pemerintah tidak memberikan jaminan tertulis akan mencabut sanksi pembekuan terhadap PSSI, Agum menegaskan enggan berangkat untuk mengikuti pertemuan tersebut. Karena menurutnya, hanya itu satu-satunya cara FIFA bakal mencabut sanksi suspensi terhadap Indonesia.

“Itu hak nya pak Agum. Sekarang saya kira tergantung niatnya, kalau mau berangkat ya silakan. Karena rekan-rekan kan masih ingat baca suratnya FIFA yang 11 Maret, tanggapan dari FIFA kan silakan utusan Indonesia datang. Tapi dengan catatan kata-kata harus disertai PSSI itu kan tidak ada,” jelas Gatot.

Rebutbola.com