Striker Anyar Arema, Gustavo Giron Marulanda Tak Sabar Berlaga di ISC

Striker Anyar Arema, Gustavo Giron Marulanda Tak Sabar Berlaga di ISC

79
0
SHARE
Striker Anyar Arema, Gustavo Giron Marulanda Tak Sabar Berlaga di ISC
giron

Gustavo Giron Marulanda Antusias Sambut Debut Pertamanya di Indonesia

Rebutbola – Striker anyar Arema Cronus, Gustavo Giron Marulanda terlihat bersemangat menjalani latihan bersama timnya. Pasalnya, pemain asal Kolombia dengan paspor Australia ini ingin menunjukkan bahwa Arema tidak salah merekrutnya.

Saat latihan yang digelar kemarin di lapangan akademi ASIFA dan hari ini di Stadion Gajayana, Malang, Giron sepertinya bakal dimainkan di belakang Gonzales. Posisi yang memaksa Srdan Lopicic bermain melebar, namun di sesi latihan itu terkadang dirinya juga bermain sebagai striker tunggal.

Giron pun sudah sangat menantikan laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) A melawan Persiba Balikpapan di Stadion Kanjuruhan, Malang, 1 Mei nanti.

Striker Anyar Arema, Gustavo Giron Marulanda Tak Sabar Berlaga di ISC
gonzalez dan giron

“Saya baru datang di sini dan semuanya nampak sama seperti kedatangan saya yang pertama. Kami berlatih dengan baik, latihan kombinasi dengan pemain lain, dan minggu depan saat liga sudah berjalan saya juga tidak sabar ingin segera bermain,” kata Giron.

Meski terlihat bersemangat, pemain berusia 30 tahun itu mengakui masih belum bisa memetakan potensi persaingan yang bakal terjadi di pentas ISC A. “Saya tidak tahu dan belum kenal dengan klub yang ada di Indonesia atau peserta liga, tetapi saya akan belajar dari pertandingan pertama,” tegasnya.

“Saya hanya tahu Arema saat memutuskan datang ke Arema, dan saya ingin membawa Arema menjadi juara.”

Sementara itu, dalam sesi latihan pelatih Arema, Milomir Seslija, terlihat masih ingin bereksperimen mengenai posisi yang tepat untuk Giron. Terkadang berduet dengan Gonzales, namun terkadang juga menjadi lawan.

“Arema bukan tentang Giron. Kami punya Antoni Putro Nugroho yang punya kecepatan untuk membawa bola, ada Dendi Santoso yang bisa melakukan cut-back, kemudian Sunarto sebagai pemain yang selalu membuat saya terkagum. Arema adalah tim kesatuan dan Giron berhasil memperkuatnya,” jelas Milo.

Rebutbola.com