Sengitnya Derby Pantura Warnai Pekan Pertama ISC

Sengitnya Derby Pantura Warnai Pekan Pertama ISC

77
0
SHARE
Rekor Pertemuan Bhayangkara FC vs Persela Lamongan

Pekan Pertama ISC Hadirkan Derby Pantai Utara (Pantura) Antara Persegres Kontra Persela

 Rebutbola – Sengitnya Derby Pantai Utara (Pantura) membuka pekan pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Dua tim pantura Jawa Timur, Persela Lamongan akan menjamu Persegres Gresik United di Stadion Surajaya, Lamongan, 30 April nanti.

Pertemuan Persela dengan Persegres merupakan edisi kedua selama April. Dua pekan silam kedua tim sudah bertemu dalam laga ujicoba di Surajaya, yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol.

Sebagai tuan rumah, Persela sudah pasti tidak mau mengulang hasil serupa di uji coba. Asisten Pelatih Persela Didik Ludiyanto mengatakan timnya sudah harus fokus penuh ketika melakoni laga awal ISC 2016.

Sengitnya Derby Pantura Warnai Pekan Pertama ISC
persegres vs persela

“Terutama pertandingan kandang, harus kami maksimalkan sebagai lumbung poin, sekaligus mencari poin di luar kandang. Lawan Persegres di pertandingan pertama jelas kami tidak mau imbang lagi seperti ujicoba lalu,” jelas Didik Ludiyanto.

Persela dalam sejarahnya menjadi tim yang sulit dikalahkan di kandang sendiri. Hampir setiap musimnya Laskar Joko Tingkir mengoleksi sebagian besar poinnya dari pertandingan di Stadion Surajaya. Musim ini, tradisi itu akan berupaya dilanjutkan.

Meski begitu, Persela masih dihantui catatan kurang meyakinkan selama pra musim. Dalam dua ujicoba terakhir di Surajaya, tim asuhan Stefan Hansson masih belum berhasil mengamankan kemenangan. Begitu pula ketika keluar kandang ke Sleman.

Semangat juang dan permainan ngotot yang dulu menjadi ciri khas anak-anak Lamongan, hingga kini belum begitu kelihatan. Supporter LA Mania pun menganggap aspek ini sangat penting untuk segera ditangani Stefan Hansson.

“Saya tahu banyak yang masih meragukan daya saing Persela di kompetisi. Lawan Persegres nanti tim harus langsung membuktikan diri untuk menghapus keraguan. Kami harus sekuat tenaga mengalahkan Persegres,” tandas Didik Ludiyanto.

Sementara, Persegres optimistis bisa memulai laga ISC 2016 dengan hasil bagus. Setelah menahan Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring 2-2, Liestiadi menyebut mental pertandingan timnya mengalami perbaikan.

Dihubungi Senin (25/4/2016), Liestiadi mengatakan timnya mengoptimalkan persiapan terakhir selama di Palembang. Dia mengklaim timnya mencatat progres yang bagus dan siap mengawali kompetisi di kandang Persela Lamongan.

“Salah satu alasan kami jauh-jauh ke Palembang adalah melatih mental pemain. Sejauh ini saya menilai sudah cukup bagus, baik secara mental maupun teknis. Mengawali kompetisi ISC di Lamongan, saya rasa tak ada yang perlu dikhawatirkan karena Persegres juga pernah bertanding di sana tempo hari,” tukas Liestiadi.