4 Kesialan Klopp di Final Liga Europa

4 Kesialan Klopp di Final Liga Europa

191
0
SHARE
4 Faktor Sial Klopp yang Bikin Liverpool Kalah di Final Liga Europa
Jurgen Klopp (Liverpool) dan Unai Emery (Sevilla)

Faktor Sial Klopp: Tren Negatif di Partai Final dan Tiga Faktor Lainnya yang Membuat Liverpool Kalah Kontra Sevilla

RebutbolaFaktor sial Klopp – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp masih menunggu peruntungannya berubah setelah Sevilla mempertahankan trofi Liga Europa dengan kemenangan 3-1.

Manajer Liverpool ini harus mengakui kekalahan timnya setelah gol pembuka brilian Daniel Sturridge dibatalkan oleh Kevin Gameiro hanya 18 detik setelah interval babak kedua. Coke mencetak dua gol yang membuat Sevilla membalikkan keadaan pada laga ini.

Namun jika dilihat lagi, Liverpool sebenarnya memiliki hadiah penalti karena handball yang dilakukan pemain Sevilla. Selain itu ada satu gol yang seharusnya dianulir karena berbau offside yaitu gol terakhir Sevilla, di mana hakim garis yang telah mengangkat bendera ditolak oleh wasit Jonas Eriksson.

Berikut merupakan faktor-faktor kesialan yang membuat Jurgen Klopp gagal merengkuh trofi pertamanya bersama Liverpool, seperti dikutip dari Football365.

Tiga Kali Handball yang Tidak Diakui

4 Faktor Sial Klopp yang Bikin Liverpool Kalah di Final Liga Europa
Caricco terlihat menghalau bola dengan tangannnya

Satu penalti yang tidak diakui? Bisa ditolerir. Dua kali? Hmm. Tiga kali? Faktor sial bisa jadi merupakan sebabnya. Pada laga ini, Liverpool sebenarnya memiliki tiga penalti akibat handball yang dilakukan pemain Sevilla di kotak terlarang. Namun tidak dari satu handball pun yang dihadiahi tendangan penalti oleh wasit.

13 menit awal babak pertama Daniel Carrico terlihat menggunakan tangannya untuk menghalau bola ketika berhadapan degnan Roberto Firmino. Wasit tak melihatnya sebagai handball Setengah jam berlalu, giliran Adil Rami yang menghalau bola  Alberto Moreno. Keputusan dari wasit? Goal kick. Dan yang terakhir datand dari Grzegorz Krychowiak saat menghalau bola dengan tangannya saat ia membungkuk. Namun lagi-lagi wasit tidak menghadiahi Liverpool sebuah penalti. Liverpool sayang, Liverpool malang.

Tak Mampu Pertahankan Kemenangan

Salah satu hal negatif ketika Klopp menangani Si Merah adalah: mereka tidak mampu mempertahankan kemenangan ketika mereka memimpin.

Liverpool sempat unggul atas tim yang terdegradasi, Newcastle United 2-0 setelah 30 menit di Anfield di Liga Premier pada April. Namun pada akhirnya mereka bermain imbang 2-2. The Reds sempat unggul atas Southampton 2-0 hingga menit ke-63 pada Maret. Hasil akhir? Mereka kalah 3-2. Yang terakhir yaitu saat Si Merah unggul atas Sunderland 2-0 di kandang hingga menit ke-81 menit pada Februari. Dan bisa ditebak, mereka gagal menang dan hanya bermain imbang 2-2. Kutukan Klopp?

4 Faktor Sial Klopp yang Bikin Liverpool Kalah di Final Liga Europa
Gol terakhir Coke berbau offside

Pada laga ini pun demikian. Liverpool yang sempat unggul di babak pertama harus kalah karena Sevilla berhasil membalikan kedudukan dengan membalas tiga gol di babak kedua, di mana gol terakhir berbau offside. Skor akhir 3-1 untuk Sevilla.

Tren Negatif di Partai Final

4 Faktor Sial Klopp yang Bikin Liverpool Kalah di Final Liga Europa
Tendangan Yaya Toure ke gawang Simon Mignolet (Liverpool 1-3 Manchester City)

Hasil ini juga membuat manajer asal Jerman tersebut melanjutkan tren negatif yaitu kekalahan kelima di partai final secara beruntun. Lima final tersebut antara lain final Liga Champions 2013 (kalah dari Bayern Munchen), final DFB-Pokal 2014 (kalah dari Bayern Munchen), final DFB-Pokal 2015 (kalah dari Wolfsburg). final Capital One Cup 2016 (kalah dari Manchester City) dan yang terakhir final Liga Europa 2016 (kalah dari Sevilla)

Tren Negatif Kontra Sevilla

4 Faktor Sial Klopp yang Bikin Liverpool Kalah di Final Liga Europa
Sevilla juara Liga Europa tiga kali secara beruntun

Faktor sial Klopp dapat dikatakan pemacu gagalnya Liverpool dalam laga ini. Kekalahan ini juga melanjutkan tren negatifnya saat melawan Sevilla. Dari lima partai yang dilakoninya (termasuk laga terakhir saat menangani Liverpool), ia belum pernah memenangkan satu laga pun kontra wakil asal Spanyol ini. Saat masih menukangi FSV Mainz 05, Klopp hanya bisa mencatat hasil imbang 0-0 di kandang sendiri sebelum kalah 2-0 di kandang Sevilla pada babak pertama Piala UEFA 2005/06 (format lama Liga Europa), kompetisi kemudian dimenangi oleh wakil Spanyol tersebut.

Kemudian ketika Klopp dipercaya menangani Borussia Dortmund di fase grup Liga Europa musim 2010/11, timnya harus kalah 1-0 di Signal Iduna Park sebelum bisa memaksakan hasil imbang 2-2 di Stadion Ramón Sánchez Pizjuán. Dan yang terakhir adalah kekalahan di final Liga Europa 2016 dengan skor akhir 3-1 di St. Jacob Park. Nampaknya Sevilla akan terus menjadi momok menakutkan bagi seorang Jurgen Klopp pada laga-laga berikutnya.

Jadi kalau bukan faktor sial, faktor apalagi yang membuat Liverpool gagal menang, Klopp?

Rebutbola.com