10 “To Do List” untuk Mourinho

10 “To Do List” untuk Mourinho

142
0
SHARE
10
Jose Mourinho

Belum Resmi Latih United, Mourinho Sudah Punya 10 Pekerjaan Rumah

Rebutbola – Diyakini, tidak lama lagi manajemen Manchester United akan meresmikan penunjukkan Jose Mourinho sebagai pengganti Louis Van Gaal. Apa saja pekerjaan rumah yang menanti Mou?

Mou datang ke MU bukan di tengah keadaan tim yang ideal. Ya, tanpa gelar selepas ditinggal Fergie dan finis di peringkat lima, tentu bukan situasi nyaman untuk seorang pelatih baru di sebuah klub.

Sebelum dikenalkan ke hadapan media, berikut adalah 10 pekerjaan rumah yang wajib dilakukan Mou bila ingin mengambil hati jutaan fans MU di seluruh dunia.

1. Memberikan Hasil Secepat Mungkin

Berdasarkan mayoritas penilaian para fans, tentu berbagai stigma bermunculan. Apakah itu menilai Mourinho akan menjadi jaminan sukses untuk klub, atau Mou akan menghadirkan gesekan di klub, atau bahkan Mou akan menghilangkan pakem sepakbola United?

Namun, dari semua anggapan, 22 trofi selama karier kepelatihannya, bisa dijadikan acuan dini bagaimana dia nantinya di MU. Oleh karena itu, meraih trofi dalam waktu secepat mungkin adalah cara terbaik Mou membuktikan kapasitasnya.

2. Beri Dukungan untuk Luke Shaw

Luke Shaw Berpeluang Masuk Timnas Inggris
tekel keras dari pemain PSV

Badai cedera tak bisa dihindari dari perjalanan MU beberapa musim terakhir. Cedera terparah dialami bek kiri mereka, Luke Shaw. Shaw menderita patah kaki saat melawan PSV Eindhoven di Liga Champions September lalu.

Untuk menambal lubang di sisi kiri pertahanan, MU kerap memplot Marcos Rojo, Matteo Darmian, Cameron Borthwick-Jackson, Daley Blnd, atau Ashaley Young. Namun dari mereka tak bisa memainkan peran Shaw dengan baik.

Oleh karena itu, tugas Mou adalah memberikan dukungan moril dan tentunya waktu bermain yang layak untuk Shaw agar bisa kembali ke top perform pasca cedera.

3. Cerdas Memangkas “Kayu Mati”

Kayu mati digunakan sebagai analogi untuk pemain yang sudah tak lagi memiliki peran atau kontribusi yang optimal untuk klub. Ini yang harus dilakukan Mou, agar tim lebih efisien.

Era Ferguson, dia melepas pemain seperti Wes Brown, Jesper Blomqvist dan Park Ji-Sung yang dianggap sebagai kayu mati. Kini, pemain seperti Marcos Rojo, Antonio Valencia dan Marouane Fellaini, bukan tak mungkin menjadi pemain yang dilepas.

3. Tanda Tanya Posisi Rooney

Rooney Comeback, Herrera Gembira
Wayne Rooney

Sejak beberapa tahun lalu, Mourinho mengatakan kalau dia suka dengan gaya permainan Wayne Rooney. Impiannya memiliki Rooney di dalam skuatnya pun kini akan segera terkabul.

Tapi ingat, beberapa tahun lalu, posisi Rooney adalah sebagai ujung tombak. Sekarang, dia kerap berperan sebagai gelandang penyuplai bola. Lalu bagaimana Mou bisa mengatur kembali posisi Rooney, di tengah performa Marcus Rashford dan Anthony Martial yang semakin menjanjikan?

4. Belanja dengan Cermat

Apa lagi yang bisa memuat fans senang kalau bukan klub kesyangannya memberikan konfirmasi soal penandatanganan pemain anyar. Inilah yang harus dilakukan Mourinho.

Dengan catatan, anggaran £200 juta yang diberikan klub, harus dibelanjakan dengan cermat. Kualitas pemain, efisiensi harga dan posisi, serta program jangka panjang, tentu harus dipikirkan Mou.

5. Mengembalikan Citra Baik

Ada banyak aspek karakter Mourinho sebagai manajer. Ada yang baik, yakni tiga kali juara Premier League, juara Eropa dua kali, pemenang dari empat liga domestik terpisah. Ada pula yang buruk, sifat abrasif, arogan, tokoh kontroversial, master dari permainan pikiran, sepak bola ketat.

Kasus nyata dari absurdnya sifat Mou adalah kala dia terlibat perseteruan dengan doktor Chelsea, Eva Carneiro, yang berakibat putusnya kerja sama di antara mereka.

Memang, ada garis tipis antara keberanian dan nekat, antara karakter dan pertentangan pendapat, serta superioritas dan kebodohan. Mou harusnya bisa belajar dari apa yang dialaminya selama melatih, khususnya kultur sepakbola Inggris.

7. Menegaskan Perbedaan Manchester Merah dan Biru

Sejak 2013, Manchester didominasi warna Biru. Mereka selalu finis di atas Manchester United. Keadaan ini tentu bukan yang ideal -bagi fans MU. Karena bagi mereka, Manchester itu merah.

ManCity menikmati selisih 22 poin dari MU di 2013-2014 sebelum mengakhiri musim 2014-2015 dengan sembilan poin, dan hanya berselisih gol di akhir musim ini. Dengan adanya Mou, diharapkan MU bisa kembali finis di atas ManCity seperti yang terjadi di era Ferguson.

Namun, City juga punya senjata baru musim depan, yakni Pep Guardiola yang akan menggantikan Manuel Pellegrini. Mou vs Pep, akan menjadi daya tarik tambahan untuk Derby Manchester.

8. Jangan Lepas David De Gea

De Gea Bahagia di Manchester United
David De Gea

Untuk poin ini, tentu para fans MU akan serentak mengatakan “setuju”. Keberadaan David De Gea di bawah mistar memang menjadi sosok vital di tiap pertandingan. Progres Dave -sapaan De Gea- pun membuat Real Madrid begitu bernafsu untuk membawanya ke Bernabeu.

Untuk Mou, tugasnya sebagai pelatih adalah mengajak Dave untuk berkomunikasi dengan tujuan menahan langkahnya untuk pergi, meskipun mereka akan absen di Liga Champions, serta di tengah tawaran menggiurkan dari El Real.

9. Prioritaskan Pemain Muda

Aspek ini sudah dijalankan oleh Louis Van Gaal. Pertanyaannya, apakan Mou bisa meneruskan warisan LVG ini? mengingat Mou dan Van Gaal adalah dua pribadi yang berbeda.

Menurut catatan, pemain muda yang berhasil meroket di bawah arahan Mou hanyalah Raphael Varane, Davide Santon, dan Kurt Zouma. Mou seharusnya terus bisa mengoptimalkan peran pemain muda seperti Marcus Rashford dan Jesse Lingard.

10. Merubah Gaya Permainan

Di tangan Van Gaal, MU adalah tim yang selalu unggul dalam penguasaan bola, minim gol -hanya selisih satu gol dari klub peringkat 17, Sunderland-, dan pergerakan bola yang lamban. Ini lah yang label yang harus dilepas Mou.

Mou, bukan pelatih seperti itu. Bila melihat rekam jejaknya, saat Mou menukangi Inter Milan di tahun 2010, Inter hanya memiliki penguasaan bola sebesar 24 persen. Hasilnya, mereka bisa melaju ke final, bahkan meraih treble winner.

Lalu, saat Chelsea melawan Liverpool di 2014, skuat Mourinho hanya memegang bola sebanyak 27 persen. Tapi, pada akhirnya The Blues sukses menang di Anfield dengan skor 2-0. Permainan artaktif, menyerang, cepat menusuk area lawan, dan tembakan yang berani. Menjadi pola yang diidamkan para fans.

rebutbola.com