Connect with us

Pemerintah Ingatkan Operator TSC Tentang Kelakuan Suporter

Pemerintah Ingatkan Operator TSC Tentang Kelakuan Suporter
Baca Juga

Sepakbola Indonesia

Pemerintah Ingatkan Operator TSC Tentang Kelakuan Suporter

Pemerintah Minta Operator TSC Tindak Tegas Suporter Anarkis

RebutBola – Maraknya aksi anarkis suporter pada pagelaran Torabika Soccer Championship membuat pemerintah buka suara, tentang kejadian yang setidaknya sejak kompetisi dua kasta itu digelar mulai April lalu, sampai sekarang sudah jatuh dua korban tewas. Dua korban nyawa sia-sia itu adalah suporter Persija Jakarta dan PSS Sleman.

Mereka tewas karena diduga ada penanganan yang salah oleh aparat kepolisian saat terjadi kericuhan di depan pintu masuk stadion, ada pula yang meninggal karena tawuran suporter di jalan raya. Hal itu masih ditambah dengan peristiwa sweeping pelat N di jembatan Suramadu, beberapa waktu lalu, dan bentrok suporter di Gresik yang melibatkan suporter PS TNI, yang notabene adalah anggota TNI.

Menanggapi hal ini Menpora Imam Nahrawi meminta kepada penyelenggara kompetisi atau operator liga yang ada, untuk bersikap tegas. Peringatan keras pun disampaikan Pemerintah karena tidak ingin ada lagi korban terus berjatuhan.

Kompetisi Reguler Menurut Imam Nahrawi

Imam Nahrawi – photo

Kita lihat perkembangannya dalam beberapa bulan ke depan, setelah itu akan dievaluasi. Kerusuhan suporter tidak boleh terulang dan ini adalah peringatan dari pemerintah kepada operator kompetisi, termasuk klub. Mereka harus membina suporter sebaik-baiknya,” kata Menpora, awal pekan ini.

Terkait pembinaan suporter itu, Menpora mengatakan belum ada langkah nyata dari operator dan klub untuk menanganinya secara serius. “Belum ada intervensi hukum yang memadai, sehingga pelaku pelanggaran dan kerusuhan tidak dapat penanganan serius,” kata Menpora.

Ini sekarang harus jadi momentum untuk mendorong agar aparat hukum menindak tegas siapa saja pelaku kerusuhan di sepakbola.”

Hal penting lainnya adalah regulasi yang mengatur kompetisi harus tegas. Kalau ada peristiwa yang merugikan kompetisi seperti keributan dan lainnya, harus ada tindakan tegas seperti pengurangan poin, pengurangan anggaran, sampai dikeluarkan dari kompetisi,” tutur alumni UIN Sunan Ampel ini.

Rebutbola.com

Continue Reading
You may also like...
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Sepakbola Indonesia

To Top