Mengintip Peluang 10 Manajer Liga Inggris di Musim Depan

Mengintip Peluang 10 Manajer Liga Inggris di Musim Depan

1072
0
SHARE
Mengintip Peluang 10 Manajer Liga Inggris di Musim Depan
Deretan manajer top klub liga inggris

Apakah 10 Manajer Top Ini Mampu Berbicara Banyak di Liga Inggris Musim Depan?

Rebutbola – Bisa dibilang Liga Inggris di musim 2016-2017 akan menjadi tempat bersaingnya para pelatih terbaik di dunia.

Seperti Pep Guardiola, Walter Mazzari, dan Antonio Conte merasa tertantang untuk menaklukan ganasnya persaingan di kompetisi yang terkenal dengan kick and rush tersebut.

Dengan adanya persaingan ini maka akan ditemukan siapa pemenang dan siapa pecundang yang semakin membuat peta persaingan di Liga Inggris musim depan tidak bisa ditebak dengan mudah di awal liga.

Mengintip Peluang 10 Manajer Liga Inggris di Musim Depan
Siapa pemenang Liga Inggris di musim depan?

Akankah sihir Claudio Ranieri kembali memberi kejutan atau para pelatih debutan mampu berkompetitif di musim perdananya? Berikut peta peta persaingan 10 top Manajer Liga Inggris di musim depan.

  • Claudio Ranieri

Sihir Claudio Ranieri membuat seluruh klub peserta Liga Inggris tanduk dihadapan The Foxes, Leicester City. Tapi pertanyaannya apakah Ranieri bisa mengulangnya di musim depan? Ini akan menjadi sulit bagi mereka, Leicester berpotensi  akan kehilangan beberapa pemain bintang di musim ini seperti  Jamie Vardy dan N’Golo Kante. Jika Ranieri tidak mendapatkan pengganti yang tepat maka sulit bagi mereka bisa mengulang kesuksesan yang sama seperti musim ini.

  • Arsene Wenger

Tim gudang peluru dimusim ini menempati posisi Runner Up dimana itu adalah pencapaian tertinggi sejak tahun 2004 hingga saat ini. Inkonsistensi, badai cedera, dan rapuhnya lini belakang selalu menjadi masalah utama Arsenal dari musim ke musim. Kunci permainan Arsenal di musim ini ada pada Mesut Ozil dan Alexis Sanchez, jika Arsene Wenger bisa memecahkan masalah diatas dan mempertahankan kedua bintang di musim depan bukan tak mungkin mereka berpeluang besar menjadi juara Liga Inggris musim depan.

  • Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino mampu merubah skuat Tottenham yang berisikan materi pemain muda menjadi salah satu kekuatan yang ditakuti di musim ini. Dele Alli dan Harry Kane seperti memberikan nyawa pada permainan Spurs lewat torehan gol-golnya, namun sayang usia muda menjadi permasalahan mereka di musim ini. Lihat saja, di tiga laga terakhir mereka musim ini, mental anak-anak muda London ini serasa runtuh hingga mereka gagal menjuarai Liga Inggris musim ini dan terlempar di posisi tiga. Dengan seiring perkembangan usia dan pengalaman bermain, Tottenham bisa saja menjadi favorit calon juara di musim depan.

  • Pep Guardiola

Bisa dikatakan Pep Guardiola adalah pelatih yang paling beruntung di dunia, semenjak di Barca hingga saat ini berada di Manchester City, Pep sudah diwarisi dengan pondasi tim yang kuat. Sama seperti saat ini di City, dengan diwarisi Sergio Aguero, David Silva, Kevin de Bruyne, Vincent Kompany, dan Joe Hart, Pep hanya tinggal memolesnya menjadi tim yang kuat dan bukan tak mungkin Pep akan ciptakan tiki-taka ala kick and rush liga Inggris, seperti tiki-taka ala bundesliga yang ia ciptakan di Bayern Munchen. Dan bisa saja Pep mengkudeta Liga Inggris, seperti yang ia lakukan bersama Bayern Munchen di Bundesliga.

  • Jose Mourinho

Beban untuk membangkitkan kejayaan Manchester United kini ada di pundak Jose Mourinho. Resmi menggantikan Louis Van Gaal, Mou diklaim akan sukses bersama United, namun untuk menjadi juara di musim depan, itu semua memerlukan waktu dan adaptasi. Bisa dikatakan filosofi MU yang dibuat Van Gaal dengan yang akan dipakai Mourinho jelas berbeda. Apalagi Mou terkenal dengan pelatih yang enggan memberikan kesempatan kepada pemain binaan klub yang jelas keluar dari jalur tradisi MU yang sering menciptakan para pemain bintang. Manajemen MU seperti kebakaran jenggot karena mereka semakin kehilangan kepercayaan dari para fans, dan perekrutan Mou mungkin menjadi solusi instan bagi mereka.

  • Slevan Bilic

Tangan dingin manajer berpaspor Kroasia itu mampu merubah West Ham menjadi salah satu klub yang mulai disegani di Liga Inggris musim ini. The Giant Killer menjadi julukan baru West Ham bagaimana tidak, mereka sukses melucuti para klub-klub besar Liga Inggris di musim ini. Dengan permainan terbuka yang ia terapkan, bukan tak mungkin si pembunuh raksasa itu akan kembali merusak tatanan klub besar di musim depan.

  • Ronald Koeman

Setelah dirumorkan akan hengkang dari Southampton, Ronald Koeman pun menegaskan bahwa dirinya masih akan bersama the saints di musim depan. Menutup musim dengan berlaga di Liga Europa musim depan bukanlah sesuatu yang buruk bagi Southampton. Jika Koeman mampu mempertahankan pemain kuncinya saat ini seperti Sadio Mane dan Shane Long, maka Koeman pun akan disinyalir bisa membawa Southampton mampu merangsek ke lima besar di musim depan.

  • Juergen Klopp

Skema gegen presing yang diberlakukan oleh Juergen Klopp kepada Liverpool masih harus melalui pengembangan lebih lanjut. Dalam beberapa pertandingan taktik itu mungkin berguna, namun tak jarang justru Liverpool mendapati hasil negatif karena skema tersebut dan itu terlihat dari penampilan inkonsistensi mereka di musim ini. Di musim depan Klopp sudah mempersiapkan beberapa nama baru seperti Loris Karius dan Joel Matip yang akan membantu dirinya membawa Liverpool untuk berlaga di Eropa di akhir musim.

  • Antonio Conte

Dengan tidak berlaga di kompetisi Eropa, ini menjadi kesempatan Conte untuk buktikan diri bersama Chelsea di musim depan. Conte pun kemungkinan akan memakai formasi 4-3-3 atau 3-5-2 dimana penyerangan menjadi fokus mereka menguasai pertandingan seperti yang ia gunakan kala sukses bersama Juventus.

  • Walter Mazzari

Datang ke Watford dengan belum mempunyai pengalaman melatih klub Liga Inggris membuat Walter Mazzari harus beradaptasi dengan cepat. Nampaknya Mazzari ingin membuat Watford mengusung formasi kesukaannya yaitu 3-5-2, yang itu artinya merubah kebiasaan Watford yang memakai 4-4-2 sejak ditangani oleh Quique Flores. Dengan formasi 3-5-2, Watford diharapkan dapat menguasai lini tengah ketika dalam pertandingan namun tidak melupakan soal pertahanan. Duet Troy Denney dan Odion Ighalo masih akan menjadi tumpuan Mazzari di lini depan.

Rebutbola.com