Kalah dari Mitra Kukar, Pelatih Borneo FC Salahkan Wasit

Kalah dari Mitra Kukar, Pelatih Borneo FC Salahkan Wasit

45
0
SHARE
Kalah dari Mitra Kukar Pelatih Borneo FC Salahkan Wasit
Dragan Djukanovic - photo

Pelatih Borneo FC Sidir Wasit Saat Sesi Konfersi Pers

Rebutbola – Pusamania Borneo FC harus mengakui kemenangan Mitra Kukar dalam derby Kalimantan Timur yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tuan rumah di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat (10/6/2016).

Tak terima dengan kekalahan itu, Borneo FC pun menuding wasit yang mempimpin pertandingan tak profesional sehingga banyak pelanggaran yang semestinya mendapat hukuman dilewatkan sang pengadil lapangan Bahrul Ulum asal Sidoarjo.

Menurut informasi yang diterima pada saat laga berjelan, bentuk kekesalan Borneo FC terhadap wasit ditunjukan Presiden PBFC, Nabil Husein yang masuk lapangan usai laga selesai dan mencoba menyerang wasit. Berutung kejadian itu bisa dikendalikan oleh panpel pertandingan tersebut.

mitra kukar 2 - 3 borneo fc
mitra kukar 2 – 3 borneo fc – photo

Bertanding dalam lanjutan Torabika Soccer Championships presented by IM3 Ooredoo, Jumat (10/6/2016), tiga gol kemenangan Mitra Kukar dicetak Septian David Maulana, Marlon Da Silva, dan Alan Aleandro. Sedangkan sepasang gol untuk Borneo FC dicetak Jefrey Kurniawan dan Terens Puhiri.

Pelatih Borneo FC, Dragan Djukanovic tak membantah jika dirinya kecewa dengan kepemimpinan wasit. Menurut pelatih asal Serbia ini, seharusnya Mitra Kukar mendapat kartu merah dan gol Alan Aleandro menit ke-55 berbau off-side.

“Saya sangat kecewa dengan kepemipinan wasit. Babak pertama seharusnya ada kartu merah utk pemain Mitra, tapi kartu kuning pun tak keluar. Gol Alan Leandro di babak kedua berbau off-side,” kata Dragan Djukanovic usai laga.

Menurut Dragan, tugas seorang wasit seharusnya bisa profesional dan teliti dalam melihat kejadian yang terjadi sepanjang pertandingan berlangsung. Jangankan tim di Indonesia, masih menurut Dragan, tim sekelas Real Madrid saja tidak akan memenangkan pertandingan di kandang Mitra Kukar jika kinerja wasit masih buruk.

“Saya baru dua bulan di Indonesia dan sulit bagi saya memotivasi pemain kalau di lapangan ada ’14 pemain’ (wasit dan dua hakim garis) yang kami hadapi. Ini tidak normal dan buruk bagi sepak bola Indonesia. Tim sekelas Real Madrid pun bisa kalah kalau main di kandang Mitra Kukar.” Pungkasnya.

(yud)

rebutbola.com