MU Minta Pengurangan Hukuman

MU Minta Pengurangan Hukuman

98
0
SHARE
K-Conk Mania Menyalakan Flare - photo

Pihak Manajemen Akan Ajukan Banding ke Komdis TSC A

Rebutbola Manajemen MU (Madura United), akan mengajukan banding terhadap keputusan yang dikeluarkan komisi disiplin (Komdis) Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 yang menghukum mereka dengan menjalani laga usiran.

Komdis TSC A, telah mengetuk palu bagi Madura United untuk menjalani tiga pertandingan kandang di luar pulau Madura. Keputusan itu dikeluarkan berdasarkan penyalaan cerawat, oleh fans Madura United di Stadion Gelora Bangkalan kala menjamu Persiba Balikpapan. Fans beralasan penyalaan cerawat sebagai pesta ulang tahun K-Conk Mania, suporter dari Mu.

MU Minta Pengurangan Hukuman
Aksi Flare dari K-Conk Mania

“Atas putusan sela tersebut, kami pasti akan melakukan banding, karena ada beberapa sisi fakta yang mungkin diabaikan oleh pihak Komdis,” kata manajer Madura United Haruna Soemitro.

“Antisipasi atas kejadian tersebut sudah menjadi bahasan dalam MCM yang dihadiri pihak LGC, pengawas pertandingan, ketua panitia pelaksana, venue manager dari PT Gelora Trisula Semesta, security manager, dan pihak-pihak terkait dalam pertandingan. Hasil MCM tersebut sudah dijalankan secara maksimal, terutama pada saat pemeriksaan masuknya penonton.”

“Pihak pengamanan di pintu masuk sudah melakukan sweeping sejak dini. Tetapi pascaselesainya babak pertama, pengamanan di pintu masuk mulai kendur. Masuknya flare hingga masuk stadion dimungkinkan terjadi pada saat jeda babak pertama.”

Selain itu, manajemen memastikan tidak bertanggung jawab atas kejadian tersebut, dan menegaskan tak pernah mengizinkan perbuatan yang bertentangan dengan aturan ISC A.

“Aksi flare tersebut tidak dilakukan secara terstruktur, baik oleh manajemen, maupun panpel dan klub. Panpel tidak pernah mengizinkan suporter membakar flare, ataupun smoke bomb selama pertandingan berlangsung,” jelasnya.

Haruna juga menyatakan, perawatan pertama kepada wasit Oki Dwi Putra dengan membawanya ke rumah sakit ditangani secara cepat, dan bisa menjadi pertimbangan panpel dan klub telah berusaha maksimal mengantisipasi setiap kejadian yang tidak diinginkan.

“Benar jika wasit harus dilarikan ke rumah sakit karena sesak nafas. Tetapi proses perawatannya tidak sampai memakan waktu lama. Sekitar dua jam kemudian, dia sudah pulih,” pungkasnya.

Rebutbola.com