Terungkap, Polisi Dalang Dibalik ‘Kerusuhan Persija’

Terungkap, Polisi Dalang Dibalik ‘Kerusuhan Persija’

7202
0
SHARE
Kronologis Bentrokan di Laga Persija Jakarta vs Sriwijaya FC
Aparat keamanan mengamankan dan menghalau suporter yang mencoba masuk ke lapangan - photo

Cerawat Suporter dan Tembakan Gas Air Mata Disinyalir Awal Mula Terjadi Kerusuhan

Rebutbola Laga terakhir Persija Jakarta di Jakarta, saat menjamu Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/6) malam, harus ternoda oleh aksi kerusuhan antara suporter dan aparat keamanan. Saat itu laga yang tersaji dengan menarik, harus dihentikan pada menit ke-81 akibat kondisi tidak kondusif.

Sebelum kick off babak pertama, disuguhkan oleh aksi theatrikal koreografi dari The Jak Mania dalam rangka menymabut HUT DKI Jakarta 489. Dibabak pertama pun pertandingan berjalan menarik dan kondisi suporter pada saat itu masih terasa amat kondusif.

Malapetaka pun terjadi di akhir laga pada laga pamungkas Persija untuk berlaga di Jakarta, sebelum mereka harus melakukan partai kandang usiran di Jawa Tengah. Pada menit ke 70, kubu tuan rumah mendapatkan hadiah penalti dari wasit, Bambang Pamungkas pun maju menjadi eksekutor. Karena melihat sang legenda hidup yang akan maju sebagai algojo, beberapa suporter menyiapkan selebrasi dengan menyalakan petasan dan cerawat.

Namun ekseskusi itu gagal, menurut salah satu suporter The Jakmania yang dimintai keterangan di lokasi kejadian, nyala asap cerawat yang menyala membuat pihak kepolisian mengambil tindakan tegas dengan menembakan gas air mata.

“Kondisi masih kondusif, keadaan mulai memanas saat polisi menembakan gas air mata ke arah penonton di sektor 12-13, karena disektor itu masih ada yang masang petasan,” ungkap salah satu saksi kejadian kepada rebutbola.

Bentrokan suporter dan aparat tidak terelakan - photo
Rebutbola photo-GBK

Sang suporter pun mengungkapkan bahwa gas air mata yang ditembakan oleh polisi terlalu banyak, sehingga membuat beberapa penonton terlihat sesak napas dan sempoyongan.

Efek dari gas air mata tersebut, banyak membuat beberapa suporter yang berada di sektor 12-13 memanjat pagar dan memasuki lapangan guna menghindari tembakan gas  mata.

Para Suporter Persija yang Masuk Lapangan Guna Menghindari Gas Air Mata - photo
Rebutbola photo – GBK

“Sektor 12-13 dipenuhi asap dari tembakan gas air mata, dengan begitu para suporter memutuskan untuk turun kelapangan guna menghindari gas air mata tersebut. Akan tetapi kepolisian langsung menghadang para jak mania yang turun kelapangan, dan akhirnya bentrokan pun terjadi,” tambahnya.

Kerusuhan kemudian merembet ke luar stadion. Setelah mampu meredam kerusuhan, petugas kemudian menggelar apel konsolidasi sekitar pukul 02.00 WIB guna mendata para korban yang terkena lemparan batu.

Berdasarkan pendataan terdapat lima anggota kepolisian terluka, 19 suporter mengalami sesak nafas, dua mobil rusak dan lima sepeda motor dibakar.

“Tiga orang luka serius dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati,” ujar Kombespol Awi.

Awi mengungkapkan terdapat seorang pedagang minuman yang meninggal dunia namun berdasarkan keterangan rekannya, diduga korban menderita epilepsi.

Petugas masih menyelidiki dugaan kematian pedagang minuman ringan tersebut, karena tempat kejadian lokasi dekat posisi pembakaran lima sepeda motor di pintu masuk Basket Hall Senayan.

Rebutbola.com