Terpengaruh Ancaman dari Menpora, Panpel Arema Perbanyak Aparat Keamanan

Terpengaruh Ancaman dari Menpora, Panpel Arema Perbanyak Aparat Keamanan

84
0
SHARE
Bentrokan Sampai ke Rumah Warga, Dua Fans Persija Tewas
Bentrokan Sampai ke Rumah Warga, Dua Fans Persija Tewas

Seribu Lebih Aparat Akan Amankan Laga Arema Cronus vs Persipura Jayapura

RebutbolaAncaman Menpora Imam Nahrawi bakal menghentikan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, berimbas keributan suporter di Jakarta pada Jumat (24/6/2016), membuat semua panitia penyelenggara pertandingan di daerah was-was. Tak terkecuali panpel laga Arema Cronus.

Sama seperti halnya panpel Persija Jakarta, mereka juga mempunyai fanbase terbesar se Indonesia. Beberapa kali mereka terkena denda dari pengelola kompetisi TSC 2016 PT Gelora Trisula Semesta.

Saat pertandingan Arema Cronus kontra Persipura Jayapura, pada Minggu (26/6/2016) malam di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, panpel Tim Singo Edan ekstra waspada mengantisipasi kemungkinan bentrok antara suporter. Mereka tak ingin citra kompetisi menjadi terpuruk gara-gara ulah segelintir orang tak bertanggung jawab.

Terpengaruh Ancaman dari Menpora, Panpel Arema Perbanyak Aparat Keamanan
Para Aremania di Tribun Barat

Panpel dan manajemen Arema mencoba kalem menanggapi pernyataan tersebut. Mereka tidak ingin terbebani secara psikologis berkaitan rencana penghentian kompetisi, akan tetapi mereka juga berusaha mencegah kerusuhan dengan sekuat tenaga.

“Pertandingan sudah siap digelar. Karena insiden di Jakarta, kami gandakan keamanan menjadi 1.043 orang,” kata Ketua Panpel Arema, Abdul Haris.

Jumlah keamanan itu dua kali lebih banyak ketimbang laga-laga sebelumnya. Sehingga panpel seakan memberikan sinyal, bahwa oknum yang akan membuat onar akan berhadapan langsung dengan banyaknya petugas keamanan.

“Hal ini dilakukan sebagai antisipasi agar insiden seperti itu tidak terjadi di Malang,” ucap Abdul Haris.

Pihak Arema benar-benar tidak ingin kecolongan, dan berniat menujukan jika pertandingan sepakbola di Malang sangat kondusif. Persoalan yang sering  terjadi yaitu munculnya flare, cerawat dan bom asap juga sudah diantisipasi dengan melakukan simulasi pada Jumat sore (24/6/2016) di Stadion Kanjuruhan.

“Kami sudah lakukan simulasi dengan melibatkan personil keamanan dengan Aremania untuk menangani masalah flare. Mulai memperketat penjagaan di pintu masuk hingga memadamkan dalam hitungan detik,” tuturnya.

Rebutbola.com