Rahasia Dibalik Kemenangan Chile Atas Argentina

Rahasia Dibalik Kemenangan Chile Atas Argentina

187
0
SHARE
Rahasia Dibalik Kemenangan Chile Atas Argentina
Hingar bingar pesta kemenangan chile

Dua Hal yang Buat Chile Menang Atas Argentina

Rebutbola – Chile kembali menunjukan superioritas mereka atas Argentina ketika berhasil mengalahkan Lionel Messi cs di partai puncak Copa America 2016. Chile menang lewat adu penalti dengan skor akhir 4-2.

Ini merupakan pertandingan ulang final Copa America 2015, dengan skenario yang sama, Chile kembali sukses mengalahkan Argentina lewat adu penalti.

Argentina sedikit diunggulkan, tim tango memiliki pengalaman pernah mengalahkan Chile dengan skor 2-1 di fase grup. Namun, kali ini taktik yang digunakan oleh sang pelatih, Juan Antonio Pizzi sedikit berubah dari taktik yang digunakannya saat fase grup kemarin.

Rahasia Dibalik Kemenangan Chile Atas Argentina
Messi tertunduk lesu setelah gagal mengeksekusi penalti

Formasi 4-2-3-1 dengan hanya mengandalkan Alexis Sanchez sebagai ujung tombak, diganti dengan formasi lebih menyerang 4-3-3, dengan formasi ini Chile mengandalkan trisula penyerang mereka tanpa melupakan lini pertahanan mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk menguasai jalannya pertandingan.

Selain itu, saat bermain dengan formasi 4-2-3-1, Chile terlihat tidak bisa mengatur jarak antara gelandang bertahan dengan serang yang mereka miliki, sehingga Angel di Maria cs sukses mengeksploitasi kekosongan tersebut.

Sedangkan Argentina tetap menampilkan formasi 4-3-3 yang mereka pakai saat menghadapi Chile di fase grup. hal ini tentu membuat Chile dapat dengan mudah membaca pergerakan pemain Argentina. Terbukti dengan statistik yang ditunjukan di akhir pertandingan, Chile menguasai 54% jalannya pertandingan.

Selain hal tersebut, Chile sendiri menunjukkan kematangan dalam duel adu penalti dan terlihat mempersiapkan diri untuk mengakhiri laga dengan cara itu. Salah satu contoh paling terlihat adalah, ketika mereka menarik keluar Eduardo Vargas (menit ke-109) dan Alexis Sanchez (menit ke-104) di babak perpanjangan waktu.

Padahal, mengingat Vargas adalah pencetak gol terbanyak Chile di turnamen ini, dan Sanchez adalah pemain terbaik mereka, menjadi suatu keanehan ketika keduanya tak terlibat dalam adu penalti.

Namun ternyata pergantian itu telah diperhitungkan matang oleh sang pelatih, Juan Antonio Pizzi. Dua pengganti Vargas dan Sanchez, yaitu Nicolas Castillo dan Gato Silva berperan penting dalam adu penalti.

Pilihan Pizzi untuk tak menggunakan nama-nama besar di adu penalti terbukti berhasil, setelah dua pemain tersebut sukses menjadi algojo penalti Chile.

Berikut kami berikan perbandingan strategi kedua tim saat fase grup dan pertandingan final kemarin

Strategi dan susunan Pemain Fase grup Copa America :
Cile (4-2-3-1): Bravo; Isla, Medel, Jara, Mena; Diaz (Rabello 21′ (Pinilla 69′)), Gutierrez; Orellana, Fernandez (Silva 7′), Beausejour; Alexis.

Argentina (4-3-3): Romero; Mercado, Otamendi, Mori, Rojo; Biglia, Kranevitter, Banega (Fernandez 73′); Messi, Aguero (Higuain 66′), Di Maria (Lavezzi 81′).

Strategi dan susunan pemain partai final Copa America

Argentina (4-3-3): Romero, Mercado, Funes Mori, Otamendi, Rojo; Biglia, Mascherano, Banega (Lamela 111′); Di Maria (Kranevitter 57′), Higuain (Aguero 69′), Messi

Chile (4-3-3): Bravo; Isla, Medel, Jara, Beausejour; Vidal, Aranguiz, Diaz; Fuenzalida (Puch 80′), Vargas (Castilla 108′), Sanchez (Silva 104′)

Rebutbola.com