Italia Jadi Tim Favorit Euro 2016, Ini Alasannya

Italia Jadi Tim Favorit Euro 2016, Ini Alasannya

125
0
SHARE
Ini Dia Sebab Italia Jadi Tim Favorit Euro 2016

Italia Bukan Hanya Tentang Catenaccio

Rebutbola – Babak 16 besar Euro 2016 telah berakhir. Delapan tim melaju ke babak perempat final. Dari delapan kontestan yang lolos, satu tim menjadi sorotan atas penampilan gemilangnya melawan Spanyol. Ya, Italia yang kental akan taktik Catenaccio nya berhasil mengalahkan juara bertahan Euro dengan permainan yang sangan memukau.

Para pemain Italia yang berlaga di Euro 2016 bukanlah pemain-pemain hebat. Tim Italia saat ini bahkan disebut sebagai tim Italia terburuk sepanjang sejarah. Namun mereka menjawab semua keraguan banyak pihak dengan prestasi dan pencapaian apik hingga masuk ke babak perempat final. Tim besutan Antonio Conte pun disebut-sebut sebagai tim favorit untuk mencapai final. Apa saja yang membuat mereka tampil gemilang? Ya tidak lain dan tidak bukan karena taktik mereka.

Italia tampil menyerang sejak menit pertama kala mereka meraih kemenangan mutlak 2-0 atas Spanyol. Penampilan mereka jauh dari bertahan dan serangan balik, yang biasanya dilihat orang sealaama bertahun-tahun. Gli Azzuri justru mempimping penguasaan bola dan skuat Vicente del Bosque tampaknya tidak siap menghadapi perubahan taktik Italia.

Negeri Pizza sendiri terkenal akan negara yang begitu membangga-banggakan taktik. Bagi mereka, taktik merupakan hal yang krusial dalam suatu pertandingan. Meski kental dengan pertahanan gerendel yang dicetuskan oleh Arrigo Sacchi bernama Catenaccio, Italia tidak melulu tentang itu. Buktinya saat melawan Spanyol, mereka tampil agresif menyerang barisan pertahanan lawan. Di samping itu, area pertahanan pun tetap rapi ketika diserang.

Ini Dia Sebab Italia Jadi Tim Favorit Euro 2016
Antonio Conte tengah memberikan instruksi dari pinggir lapangan

Jika melihat permainan tim asuhan Antonio Conte dkk daat melawan Spanyol, mereka terlihat cerdik dengan menunggu kesalahan lawan untuk melancarkan serangan. Italia melihat sikon kapan harus menyerang cepat dan kapan harus bermain lebih lambat. Transisi bertahan dan menyerang pun dilakoni mereka dengan cukup baik oleh dua bek sayap yaitu Matia de Sciglio di kiri dan Alessandro Florenzi di kanan.

Dengan formasi dasar 3-5-2, Italia menerapkan pertahanan zona yang cukup fasih dan juga tidak kalah merepotkan barisan pertahanan lawan ketika menyerang. Selain itu, perubahan taktik di tengah-tengah pertandingan yang sukar ditebak lawan pun menjadi salah satu keunggulan Juara Piala Dunia 4 kali ini dari lawan-lawan mereka.

(yud)

Rebutbola.com