Adu Pembenaran The Jakmania dan Polisi! Siapa yang Benar?

Adu Pembenaran The Jakmania dan Polisi! Siapa yang Benar?

363
0
SHARE
Bentrokan Sampai ke Rumah Warga, Dua Fans Persija Tewas
Bentrokan Sampai ke Rumah Warga, Dua Fans Persija Tewas

Cerawat dan Gas Air Mata Pemicu Bentrokan The Jakmania dan Polisi

Rebutbola Kerusuhan antara suporter The Jakmania dengan aparat kepolisian, pada Jumat (24/6) malam lalu, masih menyisakan cerita yang cukup menarik untuk diulik lebih dalam lagi. Banyak korban yang berjatuhan dari kubu aparat dan suporter bahkan warga sipil pun harus ada yang kehilangan nyawanya saat insiden tersebut.

Saling lempar argument dan pemebenaran pun dilayangkan oleh kubu The Jakamania dan aparat kepolisian yang berjaga saat itu, kita tidak tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Akan tetapi kita sebagai manusia yang mempunyai akal yang diberikan oleh Tuhan YME tentu bisa menilai mengenai tragedi berdarah tersebut.

Salah menyalahkan itu pun pasti terjadi. Pihak kepolisian menyalahkan kelompok suporter yang menyalakan cerawat dan mencoba memasuki lapangan pertadingan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Awi Setiyono menjelaskan kronologis awal hingga pertandingan sepak bola antara Persija Jakarta melawan Sriwijaya FC pada Jumat malam, 24 Juni 2016, yang berujung bentrok dengan polisi.

Para Suporter Persija yang Masuk Lapangan Guna Menghindari Gas Air Mata - photo
Para Suporter Persija yang Masuk Lapangan Guna Menghindari Gas Air Mata – photo

Berhentinya pertandingan, lantaran adanya suporter Persija Jakarta, yakni The Jakmania yang menaiki pagar tribun dan masuk ke dalam lapangan. “Kerusuhan itu diawali berhentinya pertandingan karena ada penonton yang lompat pagar,” kata Kombespol Awi.

Sementara suporter The Jakmania memberikan alasan kenapa banyak penonton yang mencoba memasuki lapangan kepada koresponden Rebutbola.com yang ditemui setelah pertandingan dihentikan. Biyan, nama suporter asal Depok ini menyatakan “gas air mata yang ditembakan pihak polisi terlalu berlebihan dan membuat para penonton menghindar dengan melompat pagar, “ ungkap Biyan.

Tindakan yang dilakukan oleh para Jakmania dengan menyalakan cerawat dan flare, adalah sebuah aturan yang ilegal menurut peraturan FIFA, karena bisa membahayakan penonton lain dan jalannya pertandingan sendiri.

Pihak kepolisian pun terlalu berlebihan dalam melakukan penanganan, penembakan gas air mata membuat para suporter lain yang menyaksikan ditribun 12-14 panik karena takut terkena efek gas air mata yang membuat mata iritasi berat dan penonton yang panik pun nekad memanjat pagar untuk terhindar dari gas air mata.

Sekarang bagaimana menurut anda tentang kejadian ini ? apakah mempunyai pendapat lain tentnang kejadian ini ? Bersuaralah Kawan !

Rebutbola.com