Pochettino Terus Dihantui Newcastle

Pochettino Terus Dihantui Newcastle

87
0
SHARE
Pochettino Terus Dihantui Newcastle
Pochettino Terus Dihantui Newcastle

Pochettino Ungkapkan Perasaan Buruknya Setelah Kalah dari Newcastle di Liga Premier

Rebutbola – Pelatih kepala Tottenham, Mauricio Pochettino mengungkapkan ia dihantui kekalahan pada laga akhir Liga Premier 2015-16 oleh Newcastle United. Ia mengakui kekalahan tersebut membunuh liburannya, seperti dilansir Fourfourtwo.

Musim lalu cukup menjanjikan bagi Spurs, yang bahkan hampir membuat mereka meraih gelar Liga Premier. Namun inkonsistensi mereka di beberapa laga terakhir dan kekalahan memalukan 1-5 dari Newcastle pada bulan Mei lalu, membuat mereka yang seharusnya finish di peringkat kedua menjadi turun ke urutan ketiga, disalip Arsenal.

Dengan hasil tersebut, Tottenham tidak pernah meraih posisi yang lebih tinggi di klasemen akhir Liga Premier atas Arsenal sejak tahun 1995. Adapun pelatih kepala Spurs merasa dihantui oleh kekalahan akhir timnya atas Newcastle.

“Perasaan setelah laga melawan Newcastle begitu mengerikan. Memang benar bahwa setelah beberapa bulan Anda bisa move on. Namun hasil tersebut menempatkan saya dalam suasana hati yang buruk di sepanjang musim panas. Itu membunuh liburan saya. Serius. Saya pergi ke Barcelona dan Bahama dengan keluarga saya, tapi saya terus berada dalam suasana hati yang buruk,” ungkap Pochettino kepada Daily Mail.

Pochettino: Saya Ingin Bunuh Pemain-pemain Tottenham
Beberapa pemain Tottenham usai kalah di suatu pertandingan

“Tidak ada waktu untuk membahas kekalahan di Newcastle karena musim telah berakhir setelah laga tersebut. Saya tidak memiliki kesempatan untuk berbagi perasaan saya dengan para pemain saya hari setelah hari itu, yang juga membunuh mereka,” tambah sang pelatih.

[Baca juga: Ibra, Rooney, Martial, Rashford. Siapa Pilihan Mourinho?]

[Baca juga: Jadwal Olimpiade Rio de Janeiro]

“Biasanya bila Anda kalah, Anda memiliki kesempatan untuk meluapkan amarah Anda kepada para pemain di pagi harinya. Tapi setelah pertandingan Newcastle, itu tidak mungkin karena banyak pemain saya yang pergi ke Euro. Jadi saya harus menjaga perasaan buruk saya di dalam untuk seluruh musim panas,” tutupnya.

Rebutbola.com