Mengulas Kejeniusan Metode Perekrutan Wenger

Mengulas Kejeniusan Metode Perekrutan Wenger

192
0
SHARE
Mengulas Kejeniusan Metode Perekrutan Wenger
Mengulas Kejeniusan Metode Perekrutan Wenger

Pasif Dibursa Transfer, Masalah?

Rebutbola – Arsenal bisa dibilang tim dengan belanja paling hati-hati dibandingkan dengan tim top Inggris lainnya. Bukan hanya kali ini, di beberapa bursa transfer musim-musim lalupun tim asal London ini tak pernah jor-joran saat melakukan perekrutan pemain.

Jika dibandingkan dengan Manchester United, Liverpool, Manchester City, Chelsea dan Leicester City yang bestatus juara Liga Inggris musim lalu, Arsenal terhitung kalah langkah dengan baru memasukan 3 nama tambahan kedalam skuatnya musim depan. Pemain bernama besar bahkan baru satu mereka datangkan atas nama Granit Xhaka.

Bandingkan dengan Manchester united yang sama-sama baru memasukkan 3 pemain. Perbandingan kualitas yang sangat jauh langsung terlihat jelas ketika nama sekelas Zlatan Ibrahimovic, Henrik Mkhitaryan, Eric Bailly disandingkan dengan Granit Xhaka, Rob Holding, dan takuma Osano yang merupakan rekrutan Arsene Wenger musim ini.

Wenger memang terkenal dengan prinsip nya yang anti mainstream pada tiap jendela transfer. Dirinya tegas mengatakan ogah jadi pusat perhatian media karena transfer yang dilakukannya. Oleh sebab itu, nama-nama sekelas Paul Pogba, atau Gonzalo Higuain tak masuk dalam rencana transfernya.

Mengulas Kejeniusan Metode Perekrutan Wenger
Arsene wenger

Sekarang mari kita lihat kesamaan antara Ibra dengan Takuma, Mkhitaryan dengan Xhaka, dan Baily dengan Rob Holding. Ketiganya mempunyai pos posisi yang sama, dengan mengesampinkan pengalaman, dan mengedepankan kontribusinya pada tim yang mereka bela, rekrutan the Profesor takkalah hebatnya.

Takuma Osano pemain asal Jepang yang baru menginjak usia 21 tahun ini biasa berposisi sebagai penyerang, sama dengan Ibrahimovic. Bakatnya terlihat sejak dirinya membela tim sepakbola SMA disekolahnya, Osano rutin mencatak gol disetiap pertandingan timnya. Hal itu bisa dibilang sama ketika Ibra memulai karirnya bersama Juventus, dirinya kerap menjadi penyumbang gol yang rutin bersama Del Piero kala itu.

Xhaka datang diawal bursa transfer musim ini, Gelandang berusia 23 tahun ini telah menjadi target lama Arsenal, kontribusinya selama empat musim bersama Borussia Mochengladbach menjadi alasan Wenger merekrutnya, tercatat dirinya telah mencetak 9 gol dan 8 asist selama musim lalu. Berbeda 4 tahun, Mkhitaryan akan mengisi lini tengah United dengan statsitik yang menterang total 23 gol ditambah 26 asist telah dicetaknya musim lalu.

Yang terakhir sama-sama berposisi sebagai bek tengah, baik Holding maupun Bailly masih tergolong sangat muda, Holding lebih muda 2 tahun dari Bailly yang berusia 22 tahun. Dinobatkkan sebagai pemain terbaik klub, holding tentu menjadi bahan rebutan klub elit Eropa. Keduanya merupakan pemain timnas negara masing-masing meski usianya yang masih sangat muda.

Bagi klub sekelas Arsenal, tentu bukan hal yang mustahil jika mereka ingin bersaing mendatangkan nama-nama besar dengan bandrol yang tak masuk akal kedalam Emirates Stadium. Namun, Wenger punya pandangan yang jenius terkait hal tersebut.

Prinsip nya adalah mengesampingkan egonya untuk menghambur-hamburkan uang demi pemain yang mempunyai kualitas setara dengan pemain lain. Dirinya akan tetap menjaga pandangannya tetap menunduk agar tak terhipnotis gemerlap industri sepakbola yang menggiurkan.

Buktinya, Wenger dapat mendatanagkan pemain sekelas Mesut Ozil dan Alexis Sanchez yang mempunyai bandrol lumayan besar. Hal tersebut dilakukan oleh pelatih asal Prancis itu lantaran keduanya mempunyai kemampuan yang dinilai tak semua pemain bisa melakukannya.

Rebutbola.com