Siapa Pantas? Menuju Kursi PSSI Satu!

Siapa Pantas? Menuju Kursi PSSI Satu!

125
0
SHARE
Update: Nama-Nama Calon Ketum PSSI Bermunculan

Tiga Calon Terkuat Untuk Menjadi Ketua Umum PSSI

Rebutbola Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan dilangsungkan 17 Oktober 2016 ini di Makassar, telah mengagendakan untuk melakukan pemilihan Ketua Umum (ketum) untuk masa periode 2016 – 2021, ada beberapa nama yang meramaikan bursa calon ketum federasi yang menaungi urusan persepakbolaan tanah air tersebut.

Ada yang berstatus sebagai mantan pemain nasional, Jendral Purnawirawan, dan juga menghadirkan perwira TNI aktif. Lalu siapakah yang pantas untuk memegang tampuk kekuasaan federasi yang dibentuk oleh Ir.Soeratin ini?

Berikut kami akan bahasa tiga calon kuat untuk menduduki kursi PSSI satu :

  1. Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Juliyanto
Kurniawan Dwi Juliyanto

Mantan pemain nasional yang pernah merumput di Serie A bersama Sampdoria ini menjadi topik yang hangat dalam pemilihan ketua umum PSSI. Selama membela timnas Indonesia, Kurniawan atau yang lebih sering dipanggil ‘Si Kurus’ ini sudah mencetak 31 gol di 60 laga yang telah dilalui bersama timnas Garuda.

Pemain yang pernah membela Persebaya Surabya ini dijagokan oleh Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). Hal ini bukanlah wacana semata, karena APPI menilai sudah saatnya mantan pemain untuk ikut andil dalam memajukan masa depan sepakbola Indonesia.

Presiden APPI, Ponaryo Astaman pun membenarkan tentang langkah sang seniornya di timnas itu untuk menduduki kursi no satu di PSSI nanti.

(+) Keunggulan 

  • Tidak mempunyai tumpangan atau kepentingan politik karena dirinya diusung APPI
  • Sebagai pemain tentunya ia mengerti untuk menyelesaikan masalah klasik yang dihadapi para pemain yang berlaga di Indonesia.

(-) Kekurangan

  • Kurniawan kurang mempunyai pengalaman menangani organisasi multinasional
  1. Letjen Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi
Edy Rahmayadi

Panglima Komando Strategi Cadangan Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen Edy Rahmayadi, sangat santer akan diusung oleh Kelompok 85 yang memiliki 92% hak suara pada kongres di Makasar 17 Oktober 2016 nanti.

Soal sepak terjang didunia kulit bundar nasional, sang jendral memulainya dengan merombak PSMS Medan. Ditangannya tim kebanggaan masyarakat Medan tersebut mampu meraih gelar Piala Kemerdekaan di tahun 2015 lalu.

Setelah itu, jendral bintang empat tersebut, menarik hampir seluruh punggawa PSMS kedalam tim dibawah naungan TNI, yaitu PS TNI. Tim bentukan TNI AD itu mampu menampilkan performa yang cukup baik di kompetisi Piala Jendral Sudirman.

Mengenai pencalonan salah satu perwira tingginya ini, markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad) sendiri sejauh ini masih enggan menanggapi mengenai pencalonan tersebut, jika menilik aturan, Edy diwajibkan mengundurkan diri dari TNI jika terpilih.

(+) Kelebihan

  • Mempunyai pengalaman organisasi yang cukup mempuni
  • Cukup cakap dalam mengurusi permasalahan dalam sepakbola, contoh : mampu menstrukturisasi PSMS Medan

(-) Kekurangan

  • Dirinya masih dihadapkan dua pilihan, yaitu tetap melanjutkan kariernya di TNI, atau fokus terhadap PSSI
  1. Dr. Moeldoko
Dr. Moeldoko
Dr. Moeldoko

Nama yang satu ini memang cukup asing bagi dunia persepakbolaan nasional. Rekam jejak untuk urusan bola hampir tidak pernah terdengar sama sekali. Dr. Moeldoko adalah mantan Panglima TNI.

Kabar Jenderal Purnawirawan Moeldoko untuk maju ke bursa calon ketua umum PSSI sendiri, diungkapkan oleh Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Badan yang berwenang melakukan pembinaan, pengembangan, pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan olahraga profesional Indonesia tersebut, menyatakan sudah saatnya PSSI dipimpin seseorang dengan kemampuan disiplin tinggi, mengingat kondisi induk sepakbola Tanah Air saat ini tidak berada di level terbaiknya.

Langkah mantan orang nomor satu di Tentara Nasional Indonesia ini, nampaknya akan memberikan untuk pencalonan Dr. Moeldoko pada kongres nanti. Walaupun BOPI sendiri tidak mempunyai hak pilih di kongres nanti.

BOPI hanya memberikan dukungan moral untuk pencalonan kepada sang matan jendral tersebut.

(+) Kelebihan

  • Pengalaman selama memimpin TNI mungkin sangat berarti untuk melakukan perombakan dalam tubuh organisasi PSSI
  • Mempunyai wawasan yang matang untuk pengembangan PSSI

(-) Kekurangan

  • Tidak mempunyai pengalaman dengan sepakbola

(yud)

Rebutbola.com