Sudah saatnya Buffon Berikan Masa Depan Gawang Italia ke Donnaruma

Sudah saatnya Buffon Berikan Masa Depan Gawang Italia ke Donnaruma

439
0
SHARE
Sudah saatnya Buffon Berikan Gawang Italia ke Donnaruma
donaruma & buffon

Italia Mempunyai Regenerasi Kiper yang Baik dari Massa ke Massa

Rebutbola Gianlugi Donnaruma adalah tembok kokoh masa depan timnas Italia. Baru berumur 17 tahun, pada 25 Februari, 2016 lalu, sang remaja sudah mampu menjadi pilihan pertama untuk mengawal tim sekelas AC Milan yang syarat dengan sejarah gelar dan prestasi.

Bakat dalam menjadi kiper boleh dibilang turun dari sang kaka kandung. Antonio Donnarumma mantan kiper Genoa yang juga lulusan akademi Il Diavolo Rosso. Sang kaka merupakan panutan bagi sang adik dalam menjadi seorang kiper yang handal.

Donnarumma disebut-sebut sebagai fenomena baru di jagat sepakbola Negeri Pizza, dan mengigatkan pada seorang Gianlugi Buffon, sang legenda hidup kiper Italia. Usianya baru 17 tahun namun sudah memiliki tinggi ideal seorang kiper sepakbola level atas, dengan mencapai 197 centimeter.

Mungkin seorang Donnaruma harus berterima kasih kepada mantan pelatihnya di AC Milan Sinisa Mihajlovic. Berkat keputusan nekad Mihajlovic memberikan laga debut kepadanya saat menghadapi Sassuolo, padahal dua kiper senior Diego Lopez dan Chirstian Abbiati sedang dalam kondisi fit.

Keputusan Miha untuk memainkan Donnarumma sebagai kiper utama Milan, secara tidak langsung merubah tradisi yang sudah diusung Milan dalam beberapa dekade terakhir. Tercatat semenjak tahun 2000, AC Milan lebih mempercayakan posisi kiper utama kepada pemain veteran dari pada pemain muda.

Donnaruma saat menepis penalty pemain torino - photo
Donnaruma saat menepis penalty pemain torino – photo

Kiper Legendaris Milan, Dida sudah berusia 27 tahun saat pertama kali membela Rossonerri sedangkan Cristian Abbiati baru benar-benar menjadi kiper utama AC Milan pada usia 29 tahun, kendati sudah berada di Milan semenjak usia 21 tahun. Dengan ditunjuknya Donnaruma sebagai Kiper Utama AC Milan otomatis merubah tradisi penjaga gawang di klub pengumpul gelar tujuh kali Liga Champions tersebut.

Kiper belia ini mempunyai statistik yang bagus pula pada musim lalu dengan mencatatkan rata – rata kebobolan 0,5 gol per laga saja, dengan mampu melakukan penyelamatan 1,86 penyelamatan per laga.

Pada Euro 2016 di Prancis lalu, seharusnya Donnaruma bisa masuk dalam skuat timnas Italia. Hanya saja pelatih Gli Azzuri saat itu Antonio Conte masih mempertimbangkan umur penjaga gawang AC Milan tersebut, dan menyebutkan Donnaruma masih mempunyai waktu lebih untuk mencatatkan sejarah.

Bila kita membandingkan awal karier Gianluggi Buffon dan Donnaruma, kedua kiper ini mempunyai awal karier yang sama. Buffon pun pada saat membela AC, Pernah juga dipercaya sebagai kiper untuk menggantikan Luca Bucci yang saat itu baru sembuh dari cedera. Pada laga krusial dengan AC Milan (klub Donnaruma saat ini) Buffon yang pada saat itu masih berumur 16 tahun mampu menjaga keperawanan gawangnya.

Dilihat dari gaya bermainnya, postur menjulang Donnarumma amat meningkatkan kemampuannya dalam menghadang bola-bola atas dan menjaga area kotak penalti. Namun keunggulan krusialnya justru terletak pada kehandalannya menangani tembakan-tembakan menelusur tanah, yang biasanya jadi titik lemah kiper bertubuh raksasa. Satu hal yang patut dikritik darinya ada dalam pengambilan keputusan, di mana ia kerap salah antara membuang bola dan memberi passing.

Namun kekurangan itu akan sanggup teratasi dengan memberinya jam terbang bermain. Kini tinggal bagaimana pelatih timnas Italia selanjutanya apakah akan melakukan re generasi pada sektor Portiere dari yang tua ke yang muda atau tidak.

Rebutbola.com