PT GTS Izinkan Djanur Tetap Latih Persib Bandung Hingga Akhir Musim

PT GTS Izinkan Djanur Tetap Latih Persib Bandung Hingga Akhir Musim

60
0
SHARE
PT GTS Izinkan Djanur Tetap Latih Persib Bandung Hingga Akhir Musim
Djanur saat melatih di mess Persib Bandung -photo

Status Djanur Diseteratakan Dengan Pelatih Lisensi A AFC

Rebutbola Persib Bandung akhirnya menemukan titik terang tentang masa depan pelatih mereka Djajang Nurdjaman untuk bisa mengarungi Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Seperti diketahui, sebelumnya pelatih Persib Djadjang Nurdjaman yang baru mengantongi lisensi B AFC tak memenuhi persyaratan untuk melatih klub TSC A.

Mengingat, berdasarkan regulasi TSC pasal 37 poin 1 yang mengatur bahwa pelatih kepala TSC A sekurang-kurangnya harus memiliki sertifikat A AFC atau yang setara dan mendapatkan pengakuan dari AFC. Tapi, direktur utama PT Gelora Trisula Semesta (GTS) Joko Driyono memiliki penjelasan tersendiri terkait status pelatih yang akrab disapa Djanur itu.

“Pada 2014 lalu, ada beberapa pelatih yang sebenarnya telah diterbitkan Recognition of Competence, yaitu sebuah rekomendasi yang menyatakan bahwa seorang pelatih memiliki kompetensi untuk melatih di strata tertinggi. Di antaranya Pak Djadjang Nurdjaman, Pak Daniel Roekito,” kata Joko, seperti dikutip laman resmi Persib.

Kompetisi Indonesia Soccer Championship U-21 Siap Bergulir Akhir Juli
Joko Driyono – photo

“Sehingga, per tahun 2014 posisi mereka valid untuk strata tertinggi domestik, tapi tidak untuk kompetisi AFC,” tambah calon wakil ketua umum PSSI periode 2016-2021 itu.

Joko tak menampik regulasi terkait lisensi pelatih tersebut berlaku untuk semua pelatih. Sementara untuk Djadjang tidak, lantaran mendapatkan kompetensi tersebut. Artinya, pelatih caretaker Persija Jakarta Jan Saragih dan pelatih PS TNI Suharto AD yang belum memenuhi lisensi A AFC tetap harus diganti pada putaran kedua nanti.

PT GTS sebelumnya memang memberikan tenggat kepada klub yang masih menggunakan pelatih di bawah lisensi yang ditetapkan hanya sampai laga terakhir putaran pertama. “Oleh karenanya Pak Djadjang tetap valid untuk strata tertinggi domestik,” pungkas pria asal Ngawi itu.

Rebutbola.com