Niat Melerai, Dua Orang Bobotoh di Justru Dihajar Oknum Polisi

Niat Melerai, Dua Orang Bobotoh di Justru Dihajar Oknum Polisi

95
0
SHARE
Benrniat Melerai, Dua Orang Bobotoh di Justru Dihajar Oknum Polisi
Koreogrfi Bobotoh - photo

Dua Korban Mengalami Luka-Luka Dibagian Kepala

Rebutbola Malang benar nasib Riki Iswanto, mempunyai niat baik untuk melerai kericuhan antara para Bobotoh dengan pihak kepolisian. Justru pemuda ini mendapatkan perlakuan tidak sepantasnya yang dilakukan oleh beberapa oknum dari pihak kepolisian.

Riki mengaku dapat pukulan dari arah samping menggunakan tongkat saat akan melerai situasi yang mulai memanas. Akibat perlakuan tersebut, Riki langsung tersungkur ke tanah dan mengalami luka sobek dan lebam di mata sebelah kiri.

“Mereka mengira kami lagi ribut padahal cuma lagi ngambil bendera. Saat itupula sempat adu mulut sama Bobotoh. Saya datangin dengan maksut melerai, tapi tiba-tiba saya dapat pukulan dari arah samping. Saya langsung jatuh dan gelap,” kata Riki.

Korban lain yakni Ichsan Saepudin juga mendapatkan perlakuan yang sama, namun tidak separah Riki. Ichsan dipukul menggunakan bambu kecil hingga membuat tangannya luka dan mendapat luka dibagian kepalanya.

“Saya coba bilang kenapa harus cara kekerasan seperti ini, saya malah ikut dipukul. Saya sempat melawan tapi malah kepala saya benjol dan ada luka gores di bagian tangan,” tambah Ichsan.

Kejadian bermula saat para Bobotoh akan menyiapkan suatu koreografi di laga kontra Arema Cronus, Sabtu (27/8) dengan membagikan 5000 bendera di tribun timur Stadion Si Jalak Harupat. Namun, rencana tersebut gagal karena pihak keamanan melarang ada material keras seperti kayu masuk ke dalam stadion.

Sementara 5000 bendera tersebut sudah diikat dengan sebatang bambu. Bobotoh yang merasa sayang dengan bendera itu, mencoba melepaskannya dari bambu di babak kedua pertandingan justru dapat reaksi lain dari pihak keamanan.

Rebutbola.com