Faktor Kegagalan Timnas U-19 di Piala AFF

Faktor Kegagalan Timnas U-19 di Piala AFF

46
0
SHARE
Faktor Kegagalan Timnas U-19 di Piala AFF
beban-berat-garuda-muda

Banyak Faktor yang Menyebabkan Kegagalan Timnas U-19 di Piala AFF

Rebutbola – Timnas u-19 atau Garuda Muda kembali tidak bisa menunjukan cengkraman mereka dalam kompetisi bertaraf Regional seperti Piala AFF 2016.

Garuda muda dinilai telah gagal total setelah menelan tiga kali kekalahan dari tiga laga yang telah mereka mainkan yang menyebabkan skuat asuhan Eduard Tjong itu harus angkat koper lebih awal dari kompetisi tersebut.

Yang terakhir ketika di laga penentuan, garuda muda harus mengakui keunggulan Australia dengan skor 1-3.

Baca juga : [Ketika Miss Bum Bum Meneror para Pemain Sepakbola]

Baca juga : [Lima Stadion Berhantu di Indonesia]

coach-edu-dan-punggawa-u-19
coach-edu-dan-punggawa-u-19

Banyak faktor yang menyebabkan kembalinya terulang kegagalan Garuda Muda untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia Tenggara, dan berikut adalah faktor dibalik kegagalan timnas U-19.

  • Kurangnya Persiapan Timnas U-19 Dalam Menghadapi Event Ini

Sudah bukan rahasia jika para Garuda Muda dinilai memliki kekurangan persiapan di kompetisi kali ini, mulai dari Coach Edu yang baru menangani Garuda Muda beberapa bulan sebelum Event ini dilaksanakan. Kemudian kurangnya jadwal mereka melakukan TC dan menjalani pertandingan persahabatan yang bertaraf Internasional juga menjadi salah satu faktor kegagalan timnas.

  • Jadwal Turnamen yang Sangat Padat

Coach Edu pasti sangat dipusingkan dengan jadwal Piala AFF yang sangat singkat dan Padat, para peserta hanya diberi waktu satu hari untuk melakukan recovery, hal itu membuat para pelatih memutar otak agar para pemain dapat selalu fit dan terjaga staminanya di setiap pertandingan.

Salah satunya dengan menerapkan sistem rotasi, namun sialnya bagi Indonesia perbedaan kualitas pemain inti dengan cadangan yang sangat jauh  menyulitkan Coach Edu untuk merotasi para pemain inti. Dan hasilnya adalah tiga kekalahan yang diakibatkan kurangnya konsentrasi dan faktor fisik akibat jadwal yang sangat padat.

  • Pembinaan Para Pemain Muda yang Sangat Kurang

Sebetulnya Indonesia dianugerahi oleh munculnya talenta-talenta muda yang sangat potensial, namun kurang apresiasi pemerintah dalam hal ini PSSI dan Menpora dalam mengembangkan bibit-bibit muda menjadikan mereka yang potensial ini seperti berjalan di tempat, dimana ilmu mereka tidak berkembang dan para pemain muda seperti kehilangan arah dalam pembentukan karakter bertanding mereka. Seharusnya Pemerintah lebih serius untuk memikirkan hal ini demi kemajuan Sepakbola Indonesia

  • Dampak dari Kisruh PSSI dan Menpora Di Tahun Lalu

Apa hubungannya Kisruh PSSI dan Menpora terhadap kegagalan Garuda Muda Saat ini? Jelas ada, jika dicermati, Indonesia terkena banned dari FIFA, secara otomatis program pengembangan para pemain muda juga menjadi terhenti.

Di tahun lalu Indonesia tidak bisa mengikuti semua agenda kompetisi dari FIFA termasuk untuk U-19, kemudian Indonesia dilarang melakukan pertandingan walaupun skalanya sebatas persahabatan. Hal itu menjadi kerugian tersendiri ketika di tahun ini Indonesia minim persiapan menjalani event sekelas AFF.

Semoga kegagalan Garuda Muda di tahun ini menjadi kegagaln yang terakhir, kita berharap dan optimisIndonesia mampu berbicara banyak di level Internasional.

Peran serta Masyarakat dan Pemerintah yang fokus membenahi Sepakbola Nasional bisa menjadi tonggak baru sejarah Sepakbola Indonesia di masa mendatang.

Rebutbola.com