Faktor Melempemnya Duo Milan Dalam Beberapa Musim Terakhir

Faktor Melempemnya Duo Milan Dalam Beberapa Musim Terakhir

61
0
SHARE
Faktor Melempemnya Duo Milan Dalam Beberapa Musim Terakhir
Duo Milan

Aturan Financial Fair Play Disinyalir Menjadi Faktor Melempemnya Duo Milan Dalam Beberapa Musim Terakhir

Rebutbola – Di era 1990an sampai tahun 2000an nama klub AC Milan dan Inter Milan sangat ditakuti oleh sebagian klub Eropa, mereka berhasil menjajah benua biru dengan kekuatan finansialnya dan itu terbukti dengan beberapa nama beken yang berada dalam skuat tersebut dan sejumlah prestasi mentereng yang diraih oleh keduanya.

Namun setelah FIFA mengeluarkan aturan baru terkait regulasi keuangan tim, kedua klub ini seperti tenggelam perlahan dan untuk di level Eropa mereka seperti hilang ditelan bumi.

Terakhir kali mereka juara Serie A di musim 2009/2010 untuk Inter Milan dan 2010/2011 untuk AC Milan, selanjutnya si nyonya tua yang mengambil alih kekuasaan di Italia. Sampai-sampai media Italia menyebut jika kedua klub ini bukan lagi klub besar, melainkan tim sekelas medioker mengingat sulitnya kedua klub untuk menembus tiga besar.

Baca juga : [Ketika Miss Bum Bum Meneror para Pemain Sepakbola]

Baca juga : [Lima Stadion Berhantu di Indonesia]

Namun apa penyebab dibalik kemunduran duo milan di beberapa tahun terakhir ini? Inilah beberapa faktor melempemnya Duo Milan baik di Serie A maupun di Eropa.

  • Adanya Peraturan Financial Fair Play (FFP)

Peraturan Financial Fair Play bentukan FIFA seolah menjadi titik balik dari kesuksesan duo Milan baik di Serie A dan Eropa. Kita tahu bahwa AC Milan begitu dominan di era 90an dimana Silvio Berlusconi yang kala itu masih menjabat sebagai perdana menteri Italia mengeluarkan uang banyak untuk Milan mendatangkan pemain-pemain bintang begitu juga Moratti di Inter Milan.

hengkangnya dua pemilik milan
hengkangnya dua pemilik milan

Namun semenjak FFP ditegakan, kedua klub itu harus mengikat kencang ikat pinggang keuangan mereka, sebab aturannya diharuskan klub tidak boleh memiliki hutang yang yang melampaui batas, dan anggaran gaji maksimal harus 70% dari nilai pendapatan klub.

Oleh sebab itu akhirnya membuat kedua CEO Milan Silvio Berlusconi dan Masimo Moratti kini terpaksa menjual klub mereka ketangan pengusaha asal Tiongkok dengan alasan menyelamatkan masa depan klub.

  • Pembelian Pemain yang Dinilai Kurang Tepat

Dengan adanya aturan FFP, duo Milan pun tak bisa sesuka hati membeli pemain yang mereka incar. Dengan keuangan yang terbatas, Inter dan Milan kini hanya coba mendatangkan pemain dengan sesuai anggaran yang mereka miliki.

Beruntung bagi Inter yang kini telah dimiliki langsung oleh Pengusaha asal tiongkok, meski Erick Thohir masih menjabat sebagai presiden Inter.

Di musim ini Inter terlihat membeli pemain-pemain yang cukup berkualitas mulai dari Antonio candreva, Joao Mario, dan Gabigol. Hal itu mereka lakukan agar bisa bersaing dengan Juventus untuk meraih Scudetto di akhir musim.

Sementara Milan, hanya bisa mengandalkan pemain seadanya yang sesuai budget, atau dengan opsi peminjaman pemain agar neraca keuangan mereka masih seimbang.

  • Juventus yang Ingin Memonopoli Serie A lebih Lama

Bisa dibilang Juventus ingin membalaskan sakit hati kepada duo Milan akibat skandal calciopoli yang menimpa mereka, sehingga Juve harus terlempar ke Serie B. Padahal Juve menuduh jika duo Milan, terutama Inter Milan juga terlibat dalam masalah itu.

Akibat dari permasalahan itu status juara Juve pun dialihkan kepada Inter yang bebas dari tuduhan tersebut, sementara nasib AC Milan lebih beruntung, ia hanya dikenakan pengurangan poin namun tidak sampai terdegradasi ke Serie B.

Kini Juventus pun telah bangkit dan berhasil mendominasi Serie A selama lima musim beruntun, dan sepertinya Juve tidak akan membiarkan kedua rivalnya itu untuk bangkit.

  • Kehilangan Nahkoda Tim

Hengkangnya Carlo Ancelotti bagi Milan dan Jose Mourinho bagi Inter, merupakan titik balik kejayaan kedua klub. Kita ketahui dibawah asuhan Don Carlo, Milan sempat berjaya di Serie A dan Eropa dengan total tophy sebanyak delapan dari periode 2001-2009.

Sementara Mou sukses menghantarkan Inter Milan meraih treble winner di tahun 2010 dan juara piala super Italia dan Serie A dimusim sebelumnya.

Rebutbola.com