Awal Perseteruan Nike Vs Adidas

Awal Perseteruan Nike Vs Adidas

574
0
SHARE
Awal Perseteruan Nike vs Adidas
Awal Perseteruan Nike vs Adidas

Nike Vs Adidas, Persaingan Dua Perusahaan Olahraga Legenda di Dunia

Rebutbola – Saling sikut antara dua apparel terbaik peralatan olahraga Adidas dan Nike memang sudah tergolong sebagai persaingan dalam pasar besar industri sepakbola. Namun, tahukah anda bagaimana sebenarnya awal dimulainya persaingan ini?

Baca juga: Serba-Serbi FIFA 17, Rating Messi Mengejutkan!

Persaingan Nike dan Adidas merupakan salah satu yang terbesar, bahkan kedua perusahaan tersebut telah masuk sebagai dua persaingan legenda bersama Yahoo vs Google, Pepsi vs Coca Cola, Facebook vs Twitter dan Yamaha vs Honda.

Baca juga: Berapa Gaji Wasit di Kompetisi Top Eropa?

Adidas lahir pada tahun 1948 di Jerman setelah perusahaan ‘Dassler Brother OGH’ terlibat perselisihan antara dua pendiri mereka yang merupakan saudara kandung. Adolf ‘Adi’ Dassler dan Rudolf Dassler kemudian memutuskan untuk bercerai dan melahirkan dua perusahaan baru.

Baca juga: Berapa Harga Tiket Masuk Stadion Sepakbola di Eropa?

Adi memutuskan untuk meneruskan usaha yang sudah lama dirintisnya dan mengubah nama perusahaan tersebut dengan menggabungkan nama depan dan nama belakangnya menjadi ‘Adi-Das’sler, dan berkembang menjadi nama Adidas. Sementara saudaranya Rudolf membangun perusahaan baru miliknya dan diberi nama Puma.

Awal Perseteruan Nike vs Adidas
Nike vs Adidas

Sementara Benih perusahaan Nike lahir 15 tahun setelah itu di Amerika. “Blue Ribbon Sports” merupakan cikal bakal berdirinya saingan utama bisnis sepatu sepakbola Adidas. Pada tahun 1978 barulah RBS mengganti nama mereka menjadi Nike.

Pada awalnya, dua perusahaan yang sama-sama memproduksi peralatan olahraga tersebut hidup rukun dengan masing-masing lahan mereka, Nike yang berjaya di Amerika sedangkan Adidas kokoh di kalangan produsen Eropa. Keduanya tak pernah beradu sikut selama awal karier mereka.

Nike nyaman dengan produk alas kaki untuk lari atau running Shoes sementara Adidas sudah mendominasi pasar olahraga sepakbola sejak awal mereka berdiri. Sejatinya, keduanya mempunyai saingan masing-masing. Adidas memiliki masalah dengan apparel Puma yang merupakan perusahaan miliki saudaranya sendiri, sementara Nike juga memiliki masalah dengan Reebok yang kala itu menyikut Nike dengan meluncurkan produk sepatu running.

Meski demikian, keduanya sukses keluar sebagai pemenang dalam persaingan kecil yang mereka lakukan tersebut. Berikutnya, baik Adidas dan Nike mulai memainkan pasar kecil-kecilan keluar negeri. Nike mulai berani memasarkan produk mereka di kandang Adidas, yakni benua Eropa.

Namun, Nike lebih diminati oleh kalangan masyarakat menengah kebawah sedangkan Adidas lebih diterima oleh kalangan atas masyarakat dunia. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi Nike untuk mulai mengembangkan produk mereka dan menguasai produsen olahraga nomor 1. Khususnya menyaingi Adidas di benua Eropa.

Akhirnya, pada tahun 1994, Pabrikan asal Amerika tersebut merambah ke dunia sepakbola. Ditahun perdananya, Nike sukses meraup untung hingga USD 30 juta, meski angka tersebut bukanlah pendapatan yang fantastis, ancaman Nike baru berdampak beberapa tahun berikutnya. Perusahaan tersebut berhasil meraup keuntungan hingga USD 113 miliar hanya berselisih USD 1,2 miliar dengan pendapatan Adidas.

Sejak saat itu, persaingan kedua apparel terbesar itupun mulai memanas. Nike mulai berani menyikut pendahulunya tersebut dengan mengambil alih beberapa kerjasama yang sebelumnya telah terjalin. Contoh terbarunya adalah kerja sama dengan Federasi Sepakbola Jerman (DFB).

Nike berniat untuk merusak keharmonisan hubungan antara Adidas dengan DFB. Mereka mencalonkan diri sebagai sponsor utama bagi DFB mulai tahun 2011 hingga 2018 mendatang dengan nilai kontrak mencapai USD 62,5 juta/tahun atau sekitar Rp. 571,7 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibanding angka yang ditawarkan oleh pihak Adidas yang hanya sebesar USD 10 juta per tahunnya.

Hal tersebut konon dilakukan Nike untuk balas dendam setelah Adidas lebih dulu mendekati tim nasional Brasil yang mereka sponsori. Akibatnya, Nike harus mengeluarkan dana lebih besar untuk tetap menjadi sponsor tim samba hingga tahun 2018 mendatang yakni sebesar USD 370 juta.

Hingga kini persaingan keduanya terus memanas, bahkan per 2014 lau, Nike sudah sukses melapaui pendapatan yang didapat oleh Adidas dan telah mendapat lebih banyak kerjasama dengan beberapa klub top eropa dibandingkan dari Adidas.

Rebutbola.com