Sepakbola dan Serangan Jantung Koroner

Sepakbola dan Serangan Jantung Koroner

134
1
SHARE
Sepakbola dan Serangan Jantung Koroner
fabrice muamba ketika terkena serangan jantung

Pesepakbola Memiliki Resiko Terkena Serangan Jantung Mendadak Lebih Tinggi Ketimbang Atlet Lainnya

Rebutbola – Setiap manusia diwajibkan untuk melakukan olahraga guna menjaga kesehatan mereka, khususnya kesehatan jantung.

Karena faktanya, orang yang rajin melakukan kegiatan olahraga dalam porsi normal, resiko terkena serangan jantung lebih rendah dibanding dengan orang yang jarang melakukan olahraga dan gaya hidup buruk.

Namun ada fakta lain jika atlet pro olahraga ketahanan fisik seperti marathon, triathlon, balap sepeda dan lainnya juga beresiko tinggi terkena serangan jantung koroner, baik ketika sedang bertanding ataupun bukan.

Hasil temuan ini dikemukakan oleh Owen Anderson dalam artikelnya yang berjudul “Heart attack risks are greater for athletes who compete in endurance sports”.

Baca juga : [Lima Pesepakbola Kidal Terbaik Saat Ini]

Baca juga : [Inilah Beauty and the beast versi pesepakbola]

Owen menyebut jika 1:50.000 atlet olahraga ketahanan beresiko tinggi terkena serangan jantung karena enzim cardiac troponin I akan meningkat sebanyak 34% dalam darah. Enzim itu sendiri disebut sebagai pendeteksi jika seseorang mengalami serangan jantung.

Hal itupun  berlaku dalam Sepakbola, para pesepakbola biasanya akan berlari 9-12 km dalam satu pertandingan, mobilitas yang tinggi dan jadwal super padat bisa meningkatkan resiko terkena serangan jantung melebihi atlet olahraga ketahanan lainnya.

Contohnya marathon, dimana otoritas tertinggi mereka membatasi para atlet untuk mengikuti event marathon, paling banyak 2 kali dalam setahun. Berbeda dengan sepakbola yang akan berlatih hampir setiap hari dan ditambah akan bertanding di akhir pekan.

Penyebab Serangan Jantung Mendadak
Penyebab jantung berhenti memompa darah

Mengapa bisa terjadi kardiovaskular secara mendadak? hampir 80% kasus kematian mendadak terjadi karena ventricular fibrillation [getar ventrikel], hanya mengalami getaran saja pada otot jantung, tetapi tidak memompa darah ke jantung yang mengakibatkan aliran darah ke jantung menjadi berhenti dan mengakibatkan serangan jantung mendadak yang menyebabkan kematian.

Jika kurang percaya, Antonio Puerta, Hugo Cunha, Serginho, Miklos Feher, Marc-Vivien Foe, dan lain-lainnya menghadap Tuhan Yang Maha Esa karena serangan jantung koroner.

Untuk meminimalisir kejadian yang tak diinginkan, biasanya klub akan melakukan skrining kesehatan kepada para pemainnya secara rutin. Setiap klub mempunyai metode sendiri-sendiri untuk mencegah terjadinya kasus serupa kembali terulang.

Baca juga : [10 Pesepakbola yang Memiliki Followers Instagram dan Twitter Terbanyak di 2016]

Baca juga : [Begini cara membuat pola lapangan sepakbola]

Rebutbola.com

1 COMMENT